5 Agustus 2009
 

home | about us | exposure-magz

 

Photo by Ramonda Rheza

 

Adira Ferrari Heritage Photo Contest Pecahkan Rekor MURI

Event Adira Ferrari Heritage Photo Contest yang diikuti lebih dari 1400 peserta berhasil memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) untuk kategori Pemotretan dengan Jumlah Fotografer Terbanyak. Pemberian rekor ini langsung diberikan oleh Jaya Suprana - penggagas sekaligus pendiri Muri - dalam ajang hunting foto yang berlangsung di South Lobby, Pacific Place, Jakarta.

Tercatat 1401 peserta hadir dalam acara yang berlangsung selama dua hari (25-26 Juli 2009) ini. Tidak hanya besar dalam jumlah peserta, event ini juga melibatkan properti pemotretan yang tak kalah dahsyat. Tiga puluh mobil Ferrari serta 42 model disediakan oleh D'Klik Photography sebagai penyelenggara acara, dengan didukung oleh Ferrari Owner's Club Indonesia (FOCI).

Hasil foto selama pemotretan dilombakan dalam kontes foto yang berlangsung hingga 16 Agustus. Peserta cukup meng-upload karya mereka ke situs Fotografer.net (www.fotografer. net). Lima Blackberry Javelin akan diberikan pada pemenang lima foto terbaik pertama. Selain, hunting dan lomba foto, ajang ini juga jadi ajang amal. Biaya pendaftaran peserta sebesar Rp 50.000 disumbangkan untuk kepentingan amal. Paulus Sebastian

 

Photo by Sigit Asmoro Nugroho

 

150 Fotografer Lampung Ikuti "Creative Outdoor Pre Wedding Photography"

Lebih dari 150 fotografer Lampung mengikuti Seminar Fotografi "Creative Outdoor Pre Wedding Photography" yang diselenggarakan oleh Datascrip dan Plaza Foto, 23 Juli. Bertempat di Rafflesia Room, Hotel Sheraton, Lampung, acara ini menghadirkan Kristupa W. Saragih (founder sekaligus owner Fotografer.net) sebagai pembicara.

Selain dibekali materi tentang tip dan trik kreatif dalam pemotretan pre-wedding outdoor, peserta juga diajak untuk mempraktekkan langsung ilmu yang mereka dapat. Area hotel dijadikan lokasi pemotretan. Beberapa model turut meramaikan acara ini. Sigit Asmoro Nugroho

 

Photo by Haryadi

 

Hunting FBI di Belinyu

Komunitas Fotografer Bangka Island (FBI) memanfaatkan hari libur nasional pada 20 Juli lalu dengan menggelar hunting bareng ke Belinyu. Sebenarnya Belinyu bukanlah pilihan pertama; awalnya, mereka berminat hunting foto ke Toboali. Rencana ini terpaksa dibatalkan karena beberapa kendala. Mereka pun beralih ke Belinyu dan menetapkan Pantai Romodong, Penyusuk serta Pulau Lampu sebagai lokasi pemotretan.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Pantai Romodong. Setelah menempuh kurang lebih dua jam perjalanan, peserta tiba di pantai ini dan disambut dengan cuaca panas. Kondisi ini justru menguntungkan untuk fotografi IR. Puas memotret di pantai ini, peserta pun beranjak ke tujuan berikutnya, Pantai Penyusuk. Sayangnya, tak berapa lama setelah tiba di sana, hujan mulai mengguyur. Terpaksa peserta menghentikan aktivitas mereka, walau ada beberapa yang terus asyik memotret.

Dari Pantai Penyusuk peserta berpindah ke Pulau Lampu. Perjalanan mereka tempuh dengan menggunakan perahu nelayan. Begitu menginjakkan kaki di Pulau Lampu, peserta pun sibuk dengan tujuannya masing-masing. Ada yang langsung memotret, ada juga yang sibuk membakar ikan. Cuaca yang mendung menemani aktivitas mereka di pulau tersebut. Haryadi

 

Nikon Sodorkan D300s & D3000

Nikon merilis versi baru Nikon D300 yang dinamai Nikon D300s. Versi baru kamera DSLR kelas menengah ini dilengkapi fitur baru yang lebih canggih. D300s menawarkan kemampuan merekam video HD 720p, continuous shooting 7 fps, serta 51- point autofocus system. Sama seperti pendahulunya, kamera ini juga didukung sensor CMOS 12,3 MP dalam format DX.

Untuk mendukung fungsi perekam videonya, D300s juga dilengkapi stereo sound input eksternal, kemampuan auto fokus dan in-camera movie editing serta stereo microphone eksternal. Kamera ini juga mewarisi teknologi yang ada dalam D300 seperti Scene Recognition System dengan 1005 pixel RGB colour metering. Ia juga menawarkan beberapa mode fokus termasuk single-point AF mode, dan dynamic-area AF mode, di mana pengguna bisa memilih mulai dari 9, 21 atau 51 AF point dengan 3D tracking. Kamera ini memiliki fitur Active D-Lighting (ADL) yang menawarkan kemampuan bracketing hingga lima frame.

Terdapat pula slot kartu memori rangkap sehingga pemakai bisa merekam gambar diam maupun video dalam CF ataupun SD card. Kamera ini akan hadir dalam dua paket yakni dengan lensa AFS DX Nikkor 16-85mm f/3.5-4.5 VR dan AF-S DX Nikkor 18-200mm f/3.5-5.6G ED VR II. Nikon D300s akan tersedia mulai Agustus dengan harga US$ 1799,95.

Selain D300s, Nikon juga meluncurkan kamera pengganti D60, yakni Nikon D3000. Keduanya sama-sama membidik kelas pemula dengan sensor CCD 10,2 MP DX-format serta kecepatan continuous shooting 3 fps. D3000 juga dilengkapi layar LCD 3 inci dan 11-point AF system dengan 3D tracking, seperti yang terdapat dalam D5000 dan D90. Melalui kehadiran D3000, Nikon menjanjikan kamera DSLR paling sederhana dan mudah dioperasikan.

Dibanding kamera DSLR lainnya, D3000 termasuk berukuran mungil. Dimensinya hanya 12,6 x 9,7 x 6,4 cm dan bobot 536 gram. Fitur yang paling menonjol dari kamera ini adalah Guide Mode. Mode ini menyederhanakan pengaturan kamera dan menunjukkan cara mendapat hasil terbaik. Guide Mode dilengkapi dengan interface yang mudah digunakan dan menampilkan berbagai kondisi pemotretan melalui layar LCD, menunjukkan setting yang paling tepat untuk kondisi tertentu.

D3000 dibekali Retouch Menu. Dengannya Anda bisa secara mudah menerapkan berbagai efek dramatis ke dalam gambar tanpa bantuan komputer. Kamera ini juga memperkenalkan efek Miniatur yang mengubah tampilan subyek jarak jauh menjadi menyerupai miniatur. D3000 mewarisi Soft Filter dan Color Outline Retouch yang terdapat dalam D5000.

D3000 memanfaatkan sistem Active D-Lighting yang secara otomatis membuat penyesuaian untuk memperlihatkan detil bayangan dan highlight dalam kondisi kontras. Kamera ini dijual satu paket dengan lensa AF-S Nikkor 18-55mm f/3.5-5.6G VR seharga US$ 599,95 dan tersedia mulai Agustus ini.
dpreview.com, photographybay.com | nana

 

Pencipta Olympus PEN Wafat di Usia 76 Tahun

Seorang desainer dan teknisi kamera legendaris, Yoshihisa Maitani yang juga merupakan penemu Olympus PEN dan Olympus OM-1 dan OM-2, wafat 30 Juli lalu. Lahir tahun 1933, Maitani menciptakan kamera pertamanya di usia 10 tahun, dan di usia 16 tahun, dia sudah berhasil mematenkan empat buah desain.

Dia bergabung dengan Olympus tahun 1956, dan dua tahun kemudian dia berhasil menciptakan sebuah kamera yang bisa didapat dengan harga kurang dari 6.000 yen, pendapatan rata-rata di Jepang kala itu. Kamera itu adalah Olympus PEN.

Kamera tersebut merupakan sebuah prestasi baginya, yang kemudian berevolusi menjadi kamera-kamera half-frame lainnya, yakni kamera-kamera SLR PEN F, FT dan FV yang berlensa interchangeable. Maitani kemudian mendesain Olympus OM-1, kamera SLR 33mm yang legendaris, awal mula terciptanya sistem OM yang terkenal minimalis, beroptik kualitas tinggi dan mengantongi sejumlah inovasi lainnya. Maitani menerima penghargaan PMA Hall of Fame pada tahun 1992 dan pensiun tahun 1996. photographyblog.com | cindy

 

Panduan bagi Pencinta BW

The Photographer's Guide to Silver Efex Pro. Itulah judul buku elektronik (eBook) baru karangan Jason P. Odell, Ph.D., seorang fotografer dan penulis, diterbitkan oleh Luminescence of Nature Press. Buku ini adalah panduan bagi Anda para pencinta gambar hitam-putih (BW - black and white).

Dalam tutorial PDF sebanyak 218 halaman ini, Odell akan memandu Anda menguasai plug-in module Nik Software, Inc. yang biasa digunakan dalam Photoshop, Lightroom dan Aperture. Di dalamnya, ada 15 video yang ditempelkan langsung dalam file PDF. Jadi, Anda tidak perlu direpotkan dengan media player lain - cukup Adobe Reader 9 atau lebih.

E-book ini dilengkapi Daftar Isi dan Index yang interaktif - dapat langsung diklik dan membawa Anda ke halaman yang diinginkan. Buku digital yang dapat Anda download di www. luminescentphoto.com seharga US$ 19,95 ini akan membantu Anda menguasai workflow penciptaan gambar hitam-putih, sekalipun Anda belum pernah mencobanya sama sekali. Yang menarik dari buku ini, Odell akan mengajak Anda berpikir tentang ide di balik gambar. Anda akan dibawa ke alam imajinasi yang nantinya akan menuntun Anda dalam tiap langkah pengeditan gambar. Di akhir tutorial-nya, Odell menyatukan semua tool dan menunjukkan pada Anda cara menciptakan efek-efek seperti dramatic landscape dan traditional portrait. photographyblog.com | cindy

 

GR Digital III Dirilis

GR Digital II (November 2007) memiliki kualitas gambar yang tajam karena perpaduan resolusi tinggi, low noise dan performa unik warnanya, dalam sebuah bodi yang ramping dan ekonomis. Setelah 20 bulan dirilis, kamera ini masih populer, terutama di kalangan fotografer profesional dan berjam terbang tinggi.

Pada 27 Juli lalu, GR Digital III telah dirilis oleh Ricoh Co., LTD. GR Digital III dirilis dengan membawa kualitas gambar yang tinggi, sama seperti jajaran kamera GR lainnya, namun dengan motor penggerak gambar yang lebih canggih, juga CCD baru dan lensa GR 28mm/F1.9 terbaru. Performanya pun ditingkatkan: quick shooting, kemudahan pengoperasian dan kekuatan tampilan.

Kamera ini akan dijual seharga £ 529,99, dan mulai tersedia pertengahan bulan ini. Beberapa fitur lain yang dimiliki yakni layar LCD VGA 3,0 inci, 920.000-dot, fungsi tampilan micro-thumbnail yang dapat menampilkan 81 buah thumbnail dalam satu layar, dan teknologi noise reduction yang paling baru.
dpreview.com | cindy

 

Mount Serbabisa

Nikmati waktu berselancar dan memotret di saat yang bersamaan dengan Fat Gecko Mini. Delkin telah menambahkan produk baru tersebut di jajaran mount kameranya, dalam versi yang lebih mini. Supaya dapat menempel di permukaan apapun, Fat Gecko Mini dilengkapi dengan sebuah suction cup yang kuat. Selain itu, produk ini juga dilengkapi sekrup universal, sehingga Anda dapat menempelkannya pada berbagai kamera atau camcorder standar.

Mount ini cocok untuk kamera-kamera point-and-shoot, kamera video mini, atau kamera Flip HD Video. Anda dapat menyetel persendiannya dan memanjangkan extender-nya hingga 7,62 cm, sehingga dapat menikmati angle 360 derajat. Sebuah footprint mini dapat Anda gunakan dalam berbagai posisi sulit, seperti di papan selancar, motor, wakeboard, ATV (all-terrain vehicle – kendaraan off-road), helm, jendela dan lain-lain.

Karena diciptakan untuk segala macam kondisi, Andapun tak perlu khawatir untuk membawanya beraktifitas di air laut, air tawar, salju, debu, pasir, atau lumpur. Selain itu, dengan berat kurang dari 0,5 kg, produk ini mampu menahan beban hingga 1,5 kg. Anda dapat membelinya sekarang juga seharga US$ 39,99 di berbagai toko atau retailer aksesori kamera digital, atau secara online di delkin.com. Jika ingin menikmati berbagai video dan gambar yang diambil dengan mount ini, kunjungi fat-gecko.com. photographyblog.com | cindy

 

Buku Panduan Memotret dengan Canon EOS 500D

Pengguna Canon EOS 500D pantas bergembira dengan kehadiran buku The Canon EOS Digital Rebel T1i/500D Companion karya Ben Long. Nyaris serupa dengan seriseri sebelumnya, buku ini juga memaparkan panduan fotografi untuk penggunaan Canon 500D.

Buku ini mengajarkan cara memanfaatkan fitur-fitur 500D, termasuk pengetahuan dasar tentang komposisi, cara menggunakan flash indoor dan outdoor, serta penggunaan lensa yang tepat. Hal-hal yang tidak bisa ditemukan dalam buku manual dapat ditemukan di sini. Ditambah lagi, pengarang tak segan membagi tip dan nasihat teknis untuk membantu Anda menghasilkan karya terbaik.

Harganya US$ 24,99. Format e-book tersedia dengan harga US$ 19,99. photographyblog.com | nana

 

Hunting FNers Jerman & Belanda di Stuttgart


Photo by Lay Kana

FNers (julukan bagi anggota Fotografer. net/FN) ternyata tak hanya tersebar di Indonesia atau Asia Tenggara saja. Hal ini terbukti dengan berkumpulnya 26 FNers yang berada di Jerman dan Belanda di Stuttgart, Jerman, dan melakukan hunting foto pada 25-26 Juli lalu.

Seperti hunting tahun sebelumnya, mereka mengalami kendala waktu, tempat dan dana. Namun, melalui berbagai diskusi, akhirnya hunting tahun ini berhasil diselenggarakan. Sebanyak 26 orang yang bergabung merupakan jumlah yang bisa dibilang banyak dan tak disangka-sangka, juga menggembirakan, karena biasanya hunting hanya diikuti oleh dua hingga lima orang saja.

Jika tahun lalu ada tiga buah tema, yakni "3 Titik," "Shadow & Reflection" dan "Nightshot," kali ini adalah "Stuttgart di Mata Anda," yang diterapkan dalam tiga sesi, yakni street, nightshot dan strobist. Tema ini memang lebih luas dan global. Namun pada prakteknya, tema tersebut tidak mudah bagi sebagian besar peserta karena mereka tidak tinggal di kota tersebut.

Walau begitu, mereka tidak menyerah untuk mencari hal-hal baru di kota tersebut, menggali dan mengabadikannya dalam berbagai jepretan kamera. Yang diharapkan oleh FNers Jerman dan Belanda, acara ini bisa menjadi sesuatu yang berguna bagi FNers di belahan dunia manapun. Lay Kana


Kopdar Borong Juara Lomba Foto Kobuda 2009



Photo by Mochammad Rizal

Usai sudah gelaran Lomba Foto Kontes Busana Daun (Kobuda) 2009, yang diadakan oleh Probolinggo Photo Club, dengan diumumkannya pemenang lomba. Dimulai 12 Juli, lomba berhasil menjaring 65 peserta dengan jumlah karya 162 foto. Juri yang terdiri dari Agus Salim (Radar Bromo), Don Hasman (fotografer profesional) serta Hendhy T Purnomo (Probolinggo Photo Club) telah memilih lima pemenang lomba bertema "Back to the Earth" ini.

Juara pertama berhasil diraih oleh Mochammad Rizal dengan foto berjudul "Sang Pengawal". Ia berhak atas uang tunai Rp 2 juta serta trofi dan sertifikat. Disusul Ari Wahyudi dengan "Berdansa" dan Muhammad Suja'i dengan "Siap Mengangkasa" di posisi kedua dan ketiga. Juara keempat dan kelima ditempati oleh Erri Kartika P dengan "Atraksi" dan Ade Fitrianto dengan "Dancing Queen". Yang istimewa, dari lima pemenang ini kesemuanya merupakan anggota Kopdar (Komunitas Photographer Sidoarjo).

Selain Lomba Foto Kobuda, Probolinggo Photo Club juga menggelar Lomba Foto Model yang berlangsung bersamaan dengan Kontes Busana Daun (12/07). Lomba Foto Model ini dimenangi oleh Rahmat Didik dan Muhammad Suja'i. Sandy Hariyono


Sentra Photo Event Diramaikan Pemotretan Model di Malam Hari



Photo by Slamet R.

Sentra Photo Event (SPOT) edisi Juli 2009 telah sukses digelar 24 Juli lalu. Ajang kumpul bareng yang dirangkai dengan hunting foto dan lomba ini berlangsung di Food Festival, Pakuwon City (Laguna), Surabaya. Uniknya, acara ini digelar malam hari dan diramaikan oleh empat model kondang di Surabaya.

Acara yang digagas oleh Sentra Digital - komunitas fotografi sekaligus toko kamera online di Surabaya - ini diawali dengan penjelasan singkat mengenai hunting foto dan tata cara mengikuti lomba foto. Sebelum sesi hunting foto dimulai, peserta dibekali tip dan trik memanfaatkan fitur kamera dan aksesori pendukung untuk pemotretan malam hari. Materi singkat ini disampaikan oleh Sujianto dan Totok, yang juga bertindak sebagai juri lomba foto.

Pelaksanaan acara di malam hari tak mengurangi kemeriahan sesi pemotretan. Minimnya cahaya malam tidak menghalangi peserta dalam membidikkan lensanya, tapi justru menjadi tantangan bagi mereka.
Slamet R.


FNers Jakbar Membidik Model di Jalanan



Photo by Hadi Wibawa

Model tidur di jalanan? Jangan salah sangka dulu, ini semua hanya pose salah satu model dalam ajang street hunting yang digelar 19 Juli silam. Hunting sekaligus ajang tatap muka ini digagas anggota Fotografer.net wilayah Jakarta Barat, dan diikuti enam peserta serta 4 model. Meski berskala kecil, hunting ini tak kalah seru dibanding hunting lainnya. Apalagi salah seorang model rela "tidur" di zebra cross demi mendapat momen unik. Kegiatan ini berlangsung di daerah Tanjung Duren, Jakarta Barat, hingga Pelabuhan Sunda Kelapa. Sigit kurniawan

 

Memotret 3D dengan FinePix Real 3D W1


Bayangkan jika Anda bisa menikmati gambar 3D tanpa menggunakan kacamata khusus. Bahkan, Anda bisa memotret gambar 3D dengan kamera digital biasa. Hal itu bisa menjadi kenyataan dengan diumumkannya teknologi terbaru dari Fujifilm.

FinePix Real 3D System merupakan sistem digital imaging tiga dimensi (3D) yang membuat Anda bisa menikmati gambar tiga dimensi tanpa memakai kacamata 3D. Teknologi ini diaplikasikan pada tiga produk, yakni kamera digital (FinePix Real 3D W1) yang bisa menangkap gambar diam dan bergerak 3D, picture viewer berukuran 8 inci (Fine Pix Real 3D V1) yang bisa menampilkan gambar 3D, serta printer 3D.

FinePix Real 3D W1 berfitur "Real 3D Lens System" di sini dua lensa Fujinon dipasang untuk menghasilkan gambar 3D dengan cara menumpuk dua gambar. Zoom optikal 3x yang dianggap sulit diraih dalam fotografi 3D bisa dilakukan dengan kamera ini. Teknologi "RP (Real Photo) Processor 3D" dalam kamera ini mensinkronkan data yang diberikan oleh dua lensa dan dua sensor CCD, untuk menentukan kondisi pemotretan seperti fokus, brightness dan tonality dan kemudian memproses data ini menjadi gambar tunggal simetris, baik untuk gambar diam maupun bergerak.

Tak hanya memotret 3D, kamera ini juga menawarkan fotografi 2D. Fitur Advanced 2D Mode menggunakan Dual Capture simultaneous shooting yang menjadikan Anda bisa memotret secara bersamaan dengan sekali menekan shutter. Dengan Tele+Wide Shooting, Anda bisa mengambil gambar subyek jarak dekat dan dalam waktu bersamaan memotret dalam jarak yang lebih lebar, cukup dengan mengganti pengaturan dua lensa. Anda juga bisa memotret scene yang sama dengan tonal warna berbeda dengan memanfaatkan "Colour Mode" Dual Shooting.

Kamera berlayar LCD 2,8 inci ini tampil dalam desain yang mewah dan elegan. Tombol pengoperasiannya yang terletak di bagian belakang pun ditata agar mudah diakses. Kehadiran kamera ini bisa dipastikan akan memberikan pengalaman baru fotografi 3D. Belum ada informasi mengenai harganya, tapi dijadwalkan akan keluar September 2009.
dpreview.com | nana

 

Abadikan Foto dalam Hardcover Photobook


Anda seorang fotografer profesional yang berencana menyatukan karya-karya dalam sebuah portofolio? Ataukah Anda seorang penggila foto yang gemar mengumpulkan gambar-gambar hasil jepretan kala liburan? Anda dapat menciptakan sebuah hardcover photobook keluaran AdoramaPix. Tampilan gambarnya berkualitas tinggi dan harganya terjangkau.

AdoramaPix, divisi online bagian produksi dan penyimpanan foto digital milik Adorama Camera, dengan bangga memperkenalkan fasilitas pencetakan buku dengan kertas foto, sepaket dengan flat binding, untuk pencetakan gambar lebar atau panorama. Halaman dalam dan cover-nya dicetak dengan kertas Fujifilm Crystal Archive Album, yang terkenal dengan warnanya yang tajam dan tahan lama.

PixPublisher, program yang digunakan dalam proses pembuatannya, berbasis web dan mudah digunakan. Dengan berbagai fitur seperti color-picker, Anda akan dengan mudah menyesuaikan background dengan gambar. Seluruh koleksi background, frame, font dan dekorasinya membuat segalanya menjadi mudah. Bahkan, Anda dapat men-drag-and-drop gambar-gambar pada template yang tersedia. Jika tertarik untuk mencoba, memesan, atau mengetahui detail harga, silakan kunjungi www. adoramapix.com.
photographyblog.com | cindy

 

Kolaborasi ImageSpan dan LiveBooks


ImageSpan Inc., pencetus LicenseStream, platform otomatisasi lisensi dan pembayaran royalti untuk berbagai media, dan liveBooks, Inc., sebuah provider situs portofolio dan marketing software bagi fotografer profesional, mengumumkan kolaborasi antara keduanya, 28 Juli lalu. Kolaborasi tersebut untuk menyediakan sebuah layanan jasa demi meningkatkan eksistensi online dan pendapatan para fotografer. Layanan ini diberi nama LicenseStream Creator.

Layanan ini akan ditawarkan oleh liveBooks kepada 5.000 fotografer dan imaging professional-nya. LiveBooks akan memberikan potongan harga bagi para anggotanya, sehingga mereka dapat mempromosikan, memproteksi, melisensi, melacak, menciptakan peluang pendapatan dan menetapkan royalti terhadap foto-foto yang telah atau akan di-upload. Singkatnya, ImageSpan menciptakan sebuah layanan co-branded liveBooks LicenseStream berbasis komunitas.

Kolaborasi ini memungkinkan para fotografer untuk memperkuat hak cipta foto-foto yang mereka upload di web dan global search engine, juga memperluas jangkauan online mereka, dan mendapatkan royalti dari para pengguna foto, dalam sekali klik.
pdngearguide.com | cindy

 

FinePix Z35: Kamera Saku Bagi Kaum Muda


Tak diragukan lagi, siapa pun pasti terpikat melihat bentuknya yang manis dan mungil. Kendati demikian, bukan itu saja yang membuat kamera ini mencuri perhatian. FinePix Z35, koleksi terbaru Fujifilm yang membidik pasar kaum muda, ini tidak hanya cantik dari luar tapi juga dari dalam. Pasalnya, ia juga dibekali fitur yang tak kalah bersaing. Ia pun dibekali resolusi 10 MP serta lensa Fujinon dengan 3x zoom.

Terdapat mode Anti-blur yang menjamin gambar tetap tajam ketika memotret di keramaian atau festival. Z35 dilengkapi pula beberapa fitur tambahan seperti teknologi Face Detection dan Scene Recognition Auto. Juga, sensitivitas ISO hingga 1600. Teknologi Scene Recognition Auto (SR Auto) dalam kamera ini mampu mendeteksi scene tanpa perlu memilih terlebih dulu pilihan mode dalam kamera. Menyesuaikan dengan pangsa pasarnya, kamera ini juga dibekali blog mode yang semakin memudahkan pengguna untuk upload foto ke situs online. Tebalnya yang hanya 2,3 cm membuatnya mudah dibawa ke mana saja. Jika Anda termasuk kaum muda yang aktif dan trendi, kamera ini sangat cocok untuk Anda. Tapi harap bersabar karena FinePix Z35 baru akan hadir September mendatang. dpreview.com | nana

 
 

E-mail Redaksi : editor@exposure-magz.com | E-mail Iklan : marketing@exposure-magz.com

Exposure terbuka terhadap saran dan komentar, yang bisa disampaikan melalui

email ke : editor@exposure-magz.com