Adira Ferrari Heritage Photo Contest
Pecahkan Rekor MURI
Event Adira Ferrari Heritage Photo Contest yang diikuti lebih
dari 1400 peserta berhasil memecahkan rekor MURI (Museum
Rekor Indonesia) untuk kategori Pemotretan dengan Jumlah
Fotografer Terbanyak. Pemberian rekor ini langsung diberikan
oleh Jaya Suprana - penggagas sekaligus pendiri Muri - dalam
ajang hunting foto yang berlangsung di South Lobby, Pacific
Place, Jakarta.
Tercatat 1401 peserta hadir dalam acara yang berlangsung
selama dua hari (25-26 Juli 2009) ini. Tidak hanya besar dalam
jumlah peserta, event ini juga melibatkan properti pemotretan
yang tak kalah dahsyat. Tiga puluh mobil Ferrari serta 42 model
disediakan oleh D'Klik Photography sebagai penyelenggara
acara, dengan didukung oleh Ferrari Owner's Club Indonesia
(FOCI).
Hasil foto selama pemotretan dilombakan dalam kontes
foto yang berlangsung hingga 16 Agustus. Peserta cukup meng-upload
karya mereka ke situs Fotografer.net (www.fotografer.
net). Lima Blackberry Javelin akan diberikan pada pemenang
lima foto terbaik pertama. Selain, hunting dan lomba foto,
ajang ini juga jadi ajang amal. Biaya pendaftaran peserta
sebesar Rp 50.000 disumbangkan untuk kepentingan amal. Paulus Sebastian
|
150 Fotografer Lampung Ikuti
"Creative Outdoor Pre Wedding
Photography"
Lebih dari 150 fotografer Lampung mengikuti Seminar
Fotografi "Creative Outdoor Pre Wedding Photography" yang
diselenggarakan oleh Datascrip dan Plaza Foto, 23 Juli.
Bertempat di Rafflesia Room, Hotel Sheraton, Lampung, acara
ini menghadirkan Kristupa W. Saragih (founder sekaligus owner
Fotografer.net) sebagai pembicara.
Selain dibekali materi tentang tip dan trik kreatif dalam
pemotretan pre-wedding outdoor, peserta juga diajak untuk
mempraktekkan langsung ilmu yang mereka dapat. Area hotel
dijadikan lokasi pemotretan. Beberapa model turut meramaikan
acara ini. Sigit Asmoro Nugroho
|
Hunting FBI di Belinyu
Komunitas Fotografer Bangka Island (FBI) memanfaatkan
hari libur nasional pada 20 Juli lalu dengan menggelar
hunting bareng ke Belinyu. Sebenarnya Belinyu bukanlah
pilihan pertama; awalnya, mereka berminat hunting foto ke
Toboali. Rencana ini terpaksa dibatalkan karena beberapa
kendala. Mereka pun beralih ke Belinyu dan menetapkan
Pantai Romodong, Penyusuk serta Pulau Lampu sebagai lokasi
pemotretan.
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Pantai Romodong.
Setelah menempuh kurang lebih dua jam perjalanan, peserta
tiba di pantai ini dan disambut dengan cuaca panas. Kondisi ini
justru menguntungkan untuk fotografi IR. Puas memotret di
pantai ini, peserta pun beranjak ke tujuan berikutnya, Pantai
Penyusuk. Sayangnya, tak berapa lama setelah tiba di sana,
hujan mulai mengguyur. Terpaksa peserta menghentikan
aktivitas mereka, walau ada beberapa yang terus asyik
memotret.
Dari Pantai Penyusuk peserta berpindah ke Pulau Lampu.
Perjalanan mereka tempuh dengan menggunakan perahu
nelayan. Begitu menginjakkan kaki di Pulau Lampu, peserta pun
sibuk dengan tujuannya masing-masing. Ada yang langsung
memotret, ada juga yang sibuk membakar ikan. Cuaca yang
mendung menemani aktivitas mereka di pulau tersebut. Haryadi
|
Nikon Sodorkan D300s & D3000
Nikon merilis versi baru Nikon D300 yang dinamai Nikon D300s.
Versi baru kamera DSLR kelas menengah ini dilengkapi fitur
baru yang lebih canggih. D300s menawarkan kemampuan
merekam video HD 720p, continuous shooting 7 fps, serta 51-
point autofocus system. Sama seperti pendahulunya, kamera ini
juga didukung sensor CMOS 12,3 MP dalam format DX.
Untuk mendukung fungsi perekam videonya, D300s juga
dilengkapi stereo sound input eksternal, kemampuan auto
fokus dan in-camera movie editing serta stereo microphone
eksternal. Kamera ini juga mewarisi teknologi yang ada dalam
D300 seperti Scene Recognition System dengan 1005 pixel RGB
colour metering. Ia juga menawarkan beberapa mode fokus
termasuk single-point AF mode, dan dynamic-area AF mode, di
mana pengguna bisa memilih mulai dari 9, 21 atau 51 AF point
dengan 3D tracking. Kamera ini memiliki fitur Active D-Lighting
(ADL) yang menawarkan kemampuan bracketing hingga lima
frame.
Terdapat pula slot kartu memori rangkap sehingga
pemakai bisa merekam gambar diam maupun video dalam CF
ataupun SD card. Kamera ini akan hadir dalam dua paket yakni
dengan lensa AFS DX Nikkor 16-85mm f/3.5-4.5 VR dan AF-S
DX Nikkor 18-200mm f/3.5-5.6G ED VR II. Nikon D300s akan
tersedia mulai Agustus dengan harga US$ 1799,95.
Selain D300s, Nikon juga meluncurkan kamera pengganti
D60, yakni Nikon D3000. Keduanya sama-sama membidik kelas
pemula dengan sensor CCD 10,2 MP DX-format serta kecepatan
continuous shooting 3 fps. D3000 juga dilengkapi layar LCD 3
inci dan 11-point AF system dengan 3D tracking, seperti yang
terdapat dalam D5000 dan D90. Melalui kehadiran D3000,
Nikon menjanjikan kamera DSLR paling sederhana dan mudah
dioperasikan.
Dibanding kamera DSLR lainnya, D3000 termasuk
berukuran mungil. Dimensinya hanya 12,6 x 9,7 x 6,4 cm dan
bobot 536 gram. Fitur yang paling menonjol dari kamera ini
adalah Guide Mode. Mode ini menyederhanakan pengaturan
kamera dan menunjukkan cara mendapat hasil terbaik. Guide
Mode dilengkapi dengan interface yang mudah digunakan dan
menampilkan berbagai kondisi pemotretan melalui layar LCD,
menunjukkan setting yang paling tepat untuk kondisi tertentu.
D3000 dibekali Retouch Menu. Dengannya Anda bisa
secara mudah menerapkan berbagai efek dramatis ke
dalam gambar tanpa bantuan komputer. Kamera ini juga
memperkenalkan efek Miniatur yang mengubah tampilan
subyek jarak jauh menjadi menyerupai miniatur. D3000
mewarisi Soft Filter dan Color Outline Retouch yang terdapat
dalam D5000.
D3000 memanfaatkan sistem Active D-Lighting yang secara
otomatis membuat penyesuaian untuk memperlihatkan detil
bayangan dan highlight dalam kondisi kontras. Kamera ini dijual
satu paket dengan lensa AF-S Nikkor 18-55mm f/3.5-5.6G VR
seharga US$ 599,95 dan tersedia mulai Agustus ini.
dpreview.com, photographybay.com | nana
|
Pencipta Olympus PEN Wafat di Usia
76 Tahun
Seorang desainer dan teknisi
kamera legendaris, Yoshihisa
Maitani yang juga merupakan
penemu Olympus PEN dan
Olympus OM-1 dan OM-2,
wafat 30 Juli lalu. Lahir tahun
1933, Maitani menciptakan
kamera pertamanya di usia
10 tahun, dan di usia 16
tahun, dia sudah berhasil
mematenkan empat buah
desain.
Dia bergabung dengan
Olympus tahun 1956, dan dua
tahun kemudian dia berhasil
menciptakan sebuah kamera yang bisa didapat dengan harga
kurang dari 6.000 yen, pendapatan rata-rata di Jepang kala itu.
Kamera itu adalah Olympus PEN.
Kamera tersebut merupakan sebuah prestasi baginya,
yang kemudian berevolusi menjadi kamera-kamera half-frame
lainnya, yakni kamera-kamera SLR PEN F, FT dan FV
yang berlensa interchangeable. Maitani kemudian mendesain
Olympus OM-1, kamera SLR 33mm yang legendaris, awal
mula terciptanya sistem OM yang terkenal minimalis, beroptik
kualitas tinggi dan mengantongi sejumlah inovasi lainnya.
Maitani menerima penghargaan PMA Hall of Fame pada tahun
1992 dan pensiun tahun 1996. photographyblog.com | cindy
|
Panduan bagi Pencinta BW
The Photographer's Guide to
Silver Efex Pro. Itulah judul
buku elektronik (eBook) baru
karangan Jason P. Odell,
Ph.D., seorang fotografer
dan penulis, diterbitkan oleh
Luminescence of Nature Press.
Buku ini adalah panduan bagi
Anda para pencinta gambar
hitam-putih (BW - black and
white).
Dalam tutorial PDF
sebanyak 218 halaman ini,
Odell akan memandu Anda
menguasai plug-in module
Nik Software, Inc. yang biasa
digunakan dalam Photoshop,
Lightroom dan Aperture. Di
dalamnya, ada 15 video yang
ditempelkan langsung dalam file PDF. Jadi, Anda tidak perlu
direpotkan dengan media player lain - cukup Adobe Reader 9
atau lebih.
E-book ini dilengkapi Daftar Isi dan Index yang interaktif - dapat langsung diklik dan membawa Anda ke halaman yang
diinginkan. Buku digital yang dapat Anda download di www.
luminescentphoto.com seharga US$ 19,95 ini akan membantu
Anda menguasai workflow penciptaan gambar hitam-putih,
sekalipun Anda belum pernah mencobanya sama sekali.
Yang menarik dari buku ini, Odell akan mengajak Anda
berpikir tentang ide di balik gambar. Anda akan dibawa ke
alam imajinasi yang nantinya akan menuntun Anda dalam
tiap langkah pengeditan gambar. Di akhir tutorial-nya, Odell
menyatukan semua tool dan menunjukkan pada Anda cara
menciptakan efek-efek seperti dramatic landscape dan
traditional portrait. photographyblog.com | cindy
|
GR Digital III Dirilis
GR Digital II (November 2007)
memiliki kualitas gambar
yang tajam karena perpaduan
resolusi tinggi, low noise dan
performa unik warnanya,
dalam sebuah bodi yang
ramping dan ekonomis. Setelah
20 bulan dirilis, kamera ini
masih populer, terutama di
kalangan fotografer profesional dan berjam terbang tinggi.
Pada 27 Juli lalu, GR Digital III telah dirilis oleh Ricoh Co.,
LTD. GR Digital III dirilis dengan membawa kualitas gambar
yang tinggi, sama seperti jajaran kamera GR lainnya, namun
dengan motor penggerak gambar yang lebih canggih, juga
CCD baru dan lensa GR 28mm/F1.9 terbaru. Performanya pun
ditingkatkan: quick shooting, kemudahan pengoperasian dan
kekuatan tampilan.
Kamera ini akan dijual seharga £ 529,99, dan mulai
tersedia pertengahan bulan ini. Beberapa fitur lain yang dimiliki
yakni layar LCD VGA 3,0 inci, 920.000-dot, fungsi tampilan
micro-thumbnail yang dapat menampilkan 81 buah thumbnail
dalam satu layar, dan teknologi noise reduction yang paling
baru.
dpreview.com | cindy
|
Mount Serbabisa
Nikmati waktu berselancar
dan memotret di saat yang
bersamaan dengan Fat
Gecko Mini. Delkin telah
menambahkan produk baru
tersebut di jajaran mount
kameranya, dalam versi yang
lebih mini. Supaya dapat
menempel di permukaan
apapun, Fat Gecko Mini
dilengkapi dengan sebuah
suction cup yang kuat. Selain
itu, produk ini juga dilengkapi
sekrup universal, sehingga
Anda dapat menempelkannya pada berbagai kamera atau
camcorder standar.
Mount ini cocok untuk kamera-kamera point-and-shoot,
kamera video mini, atau kamera Flip HD Video. Anda dapat
menyetel persendiannya dan memanjangkan extender-nya
hingga 7,62 cm, sehingga dapat menikmati angle 360 derajat.
Sebuah footprint mini dapat Anda gunakan dalam berbagai
posisi sulit, seperti di papan selancar, motor, wakeboard, ATV
(all-terrain vehicle – kendaraan off-road), helm, jendela dan
lain-lain.
Karena diciptakan untuk segala macam kondisi, Andapun
tak perlu khawatir untuk membawanya beraktifitas di air laut,
air tawar, salju, debu, pasir, atau lumpur. Selain itu, dengan
berat kurang dari 0,5 kg, produk ini mampu menahan beban
hingga 1,5 kg. Anda dapat membelinya sekarang juga seharga
US$ 39,99 di berbagai toko atau retailer aksesori kamera
digital, atau secara online di delkin.com. Jika ingin menikmati
berbagai video dan gambar yang diambil dengan mount ini,
kunjungi fat-gecko.com. photographyblog.com | cindy
|
Buku Panduan Memotret dengan
Canon EOS 500D
Pengguna Canon EOS 500D
pantas bergembira dengan
kehadiran buku The Canon
EOS Digital Rebel T1i/500D
Companion karya Ben Long.
Nyaris serupa dengan seriseri
sebelumnya, buku ini
juga memaparkan panduan
fotografi untuk penggunaan
Canon 500D.
Buku ini mengajarkan
cara memanfaatkan fitur-fitur
500D, termasuk pengetahuan
dasar tentang komposisi, cara
menggunakan flash indoor dan
outdoor, serta penggunaan
lensa yang tepat. Hal-hal yang
tidak bisa ditemukan dalam
buku manual dapat ditemukan
di sini. Ditambah lagi,
pengarang tak segan membagi
tip dan nasihat teknis untuk
membantu Anda menghasilkan karya terbaik.
Harganya US$ 24,99. Format e-book tersedia dengan
harga US$ 19,99. photographyblog.com | nana
|
|
 |
Hunting FNers Jerman &
Belanda di Stuttgart
  Photo by Lay Kana
FNers (julukan bagi anggota Fotografer.
net/FN) ternyata tak hanya tersebar di
Indonesia atau Asia Tenggara saja. Hal ini
terbukti dengan berkumpulnya 26 FNers
yang berada di Jerman dan Belanda di
Stuttgart, Jerman, dan melakukan hunting
foto pada 25-26 Juli lalu.
Seperti hunting tahun sebelumnya,
mereka mengalami kendala waktu, tempat
dan dana. Namun, melalui berbagai
diskusi, akhirnya hunting tahun ini berhasil
diselenggarakan. Sebanyak 26 orang yang
bergabung merupakan jumlah yang bisa
dibilang banyak dan tak disangka-sangka,
juga menggembirakan, karena biasanya
hunting hanya diikuti oleh dua hingga lima
orang saja.
Jika tahun lalu ada tiga buah tema,
yakni "3 Titik," "Shadow & Reflection" dan
"Nightshot," kali ini adalah "Stuttgart di
Mata Anda," yang diterapkan dalam tiga
sesi, yakni street, nightshot dan strobist.
Tema ini memang lebih luas dan global.
Namun pada prakteknya, tema tersebut
tidak mudah bagi sebagian besar peserta
karena mereka tidak tinggal di kota
tersebut.
Walau begitu, mereka tidak menyerah
untuk mencari hal-hal baru di kota tersebut,
menggali dan mengabadikannya dalam
berbagai jepretan kamera. Yang diharapkan
oleh FNers Jerman dan Belanda, acara ini
bisa menjadi sesuatu yang berguna bagi
FNers di belahan dunia manapun. Lay Kana
|
Kopdar Borong Juara
Lomba Foto Kobuda 2009
 
Photo by Mochammad Rizal
Usai sudah gelaran Lomba Foto Kontes
Busana Daun (Kobuda) 2009, yang
diadakan oleh Probolinggo Photo Club,
dengan diumumkannya pemenang lomba.
Dimulai 12 Juli, lomba berhasil menjaring
65 peserta dengan jumlah karya 162
foto. Juri yang terdiri dari Agus Salim
(Radar Bromo), Don Hasman (fotografer
profesional) serta Hendhy T Purnomo
(Probolinggo Photo Club) telah memilih lima
pemenang lomba bertema "Back to the
Earth" ini.
Juara pertama berhasil diraih oleh
Mochammad Rizal dengan foto berjudul
"Sang Pengawal". Ia berhak atas uang
tunai Rp 2 juta serta trofi dan sertifikat.
Disusul Ari Wahyudi dengan "Berdansa"
dan Muhammad Suja'i dengan "Siap
Mengangkasa" di posisi kedua dan ketiga.
Juara keempat dan kelima ditempati
oleh Erri Kartika P dengan "Atraksi" dan
Ade Fitrianto dengan "Dancing Queen".
Yang istimewa, dari lima pemenang ini
kesemuanya merupakan anggota Kopdar
(Komunitas Photographer Sidoarjo).
Selain Lomba Foto Kobuda,
Probolinggo Photo Club juga menggelar
Lomba Foto Model yang berlangsung
bersamaan dengan Kontes Busana Daun
(12/07). Lomba Foto Model ini dimenangi
oleh Rahmat Didik dan Muhammad Suja'i. Sandy Hariyono
|
Sentra Photo Event
Diramaikan Pemotretan
Model di Malam Hari
 
Photo by Slamet R.
Sentra Photo Event (SPOT) edisi Juli 2009
telah sukses digelar 24 Juli lalu. Ajang
kumpul bareng yang dirangkai dengan
hunting foto dan lomba ini berlangsung
di Food Festival, Pakuwon City (Laguna),
Surabaya. Uniknya, acara ini digelar malam
hari dan diramaikan oleh empat model
kondang di Surabaya.
Acara yang digagas oleh Sentra Digital - komunitas fotografi sekaligus toko kamera
online di Surabaya - ini diawali dengan
penjelasan singkat mengenai hunting
foto dan tata cara mengikuti lomba foto.
Sebelum sesi hunting foto dimulai, peserta
dibekali tip dan trik memanfaatkan fitur
kamera dan aksesori pendukung untuk
pemotretan malam hari. Materi singkat ini
disampaikan oleh Sujianto dan Totok, yang
juga bertindak sebagai juri lomba foto.
Pelaksanaan acara di malam hari tak
mengurangi kemeriahan sesi pemotretan.
Minimnya cahaya malam tidak menghalangi
peserta dalam membidikkan lensanya, tapi
justru menjadi tantangan bagi mereka.
Slamet R.
|
FNers Jakbar Membidik
Model di Jalanan
 
Photo by Hadi Wibawa
Model tidur di jalanan? Jangan salah sangka
dulu, ini semua hanya pose salah satu
model dalam ajang street hunting yang
digelar 19 Juli silam. Hunting sekaligus
ajang tatap muka ini digagas anggota
Fotografer.net wilayah Jakarta Barat, dan
diikuti enam peserta serta 4 model. Meski
berskala kecil, hunting ini tak kalah seru
dibanding hunting lainnya. Apalagi salah
seorang model rela "tidur" di zebra cross
demi mendapat momen unik. Kegiatan
ini berlangsung di daerah Tanjung Duren,
Jakarta Barat, hingga Pelabuhan Sunda
Kelapa. Sigit kurniawan
|
Memotret 3D dengan
FinePix Real 3D W1
Bayangkan jika
Anda bisa menikmati
gambar 3D tanpa
menggunakan
kacamata khusus.
Bahkan, Anda bisa
memotret gambar
3D dengan kamera
digital biasa. Hal itu bisa menjadi kenyataan
dengan diumumkannya teknologi terbaru
dari Fujifilm.
FinePix Real 3D System merupakan
sistem digital imaging tiga dimensi (3D)
yang membuat Anda bisa menikmati
gambar tiga dimensi tanpa memakai
kacamata 3D. Teknologi ini diaplikasikan
pada tiga produk, yakni kamera digital
(FinePix Real 3D W1) yang bisa menangkap
gambar diam dan bergerak 3D, picture
viewer berukuran 8 inci (Fine Pix Real 3D
V1) yang bisa menampilkan gambar 3D,
serta printer 3D.
FinePix Real 3D W1 berfitur "Real 3D
Lens System" di sini dua lensa Fujinon
dipasang untuk menghasilkan gambar 3D
dengan cara menumpuk dua gambar. Zoom
optikal 3x yang dianggap sulit diraih dalam
fotografi 3D bisa dilakukan dengan kamera
ini. Teknologi "RP (Real Photo) Processor
3D" dalam kamera ini mensinkronkan data
yang diberikan oleh dua lensa dan dua
sensor CCD, untuk menentukan kondisi
pemotretan seperti fokus, brightness dan
tonality dan kemudian memproses data
ini menjadi gambar tunggal simetris, baik
untuk gambar diam maupun bergerak.
Tak hanya memotret 3D, kamera
ini juga menawarkan fotografi 2D. Fitur
Advanced 2D Mode menggunakan Dual
Capture simultaneous shooting yang
menjadikan Anda bisa memotret secara
bersamaan dengan sekali menekan shutter.
Dengan Tele+Wide Shooting, Anda bisa
mengambil gambar subyek jarak dekat
dan dalam waktu bersamaan memotret
dalam jarak yang lebih lebar, cukup dengan
mengganti pengaturan dua lensa. Anda juga
bisa memotret scene yang sama dengan
tonal warna berbeda dengan memanfaatkan
"Colour Mode" Dual Shooting.
Kamera berlayar LCD 2,8 inci ini tampil
dalam desain yang mewah dan elegan.
Tombol pengoperasiannya yang terletak
di bagian belakang pun ditata agar
mudah diakses. Kehadiran kamera ini bisa
dipastikan akan memberikan pengalaman
baru fotografi 3D. Belum ada informasi
mengenai harganya, tapi dijadwalkan akan
keluar September 2009.
dpreview.com | nana
|
Abadikan Foto dalam
Hardcover Photobook
 
Anda seorang fotografer profesional yang
berencana menyatukan karya-karya dalam
sebuah portofolio? Ataukah Anda seorang
penggila foto yang gemar mengumpulkan
gambar-gambar hasil jepretan kala liburan?
Anda dapat menciptakan sebuah hardcover
photobook keluaran AdoramaPix. Tampilan
gambarnya berkualitas tinggi dan harganya
terjangkau.
AdoramaPix, divisi online bagian
produksi dan penyimpanan foto digital
milik Adorama Camera, dengan bangga
memperkenalkan fasilitas pencetakan buku
dengan kertas foto, sepaket dengan flat
binding, untuk pencetakan gambar lebar
atau panorama. Halaman dalam dan cover-nya
dicetak dengan kertas Fujifilm Crystal
Archive Album, yang terkenal dengan
warnanya yang tajam dan tahan lama.
PixPublisher, program yang digunakan
dalam proses pembuatannya, berbasis web
dan mudah digunakan. Dengan berbagai
fitur seperti color-picker, Anda akan dengan
mudah menyesuaikan background dengan
gambar. Seluruh koleksi background, frame,
font dan dekorasinya membuat segalanya
menjadi mudah. Bahkan, Anda dapat
men-drag-and-drop gambar-gambar pada
template yang tersedia. Jika tertarik untuk
mencoba, memesan, atau mengetahui
detail harga, silakan kunjungi www.
adoramapix.com.
photographyblog.com | cindy
|
Kolaborasi ImageSpan
dan LiveBooks
ImageSpan Inc., pencetus LicenseStream,
platform otomatisasi lisensi dan
pembayaran royalti untuk berbagai media,
dan liveBooks, Inc., sebuah provider situs
portofolio dan marketing software bagi
fotografer profesional, mengumumkan
kolaborasi antara keduanya, 28 Juli lalu.
Kolaborasi tersebut untuk menyediakan
sebuah layanan jasa demi meningkatkan
eksistensi online dan pendapatan para
fotografer. Layanan ini diberi nama
LicenseStream Creator.
Layanan ini akan ditawarkan oleh
liveBooks kepada 5.000 fotografer dan
imaging professional-nya. LiveBooks
akan memberikan potongan harga bagi
para anggotanya, sehingga mereka dapat
mempromosikan, memproteksi, melisensi,
melacak, menciptakan peluang pendapatan
dan menetapkan royalti terhadap foto-foto
yang telah atau akan di-upload. Singkatnya,
ImageSpan menciptakan sebuah layanan
co-branded liveBooks LicenseStream
berbasis komunitas.
Kolaborasi ini memungkinkan para
fotografer untuk memperkuat hak
cipta foto-foto yang mereka upload di
web dan global search engine, juga
memperluas jangkauan online mereka, dan
mendapatkan royalti dari para pengguna
foto, dalam sekali klik.
pdngearguide.com | cindy
|
FinePix Z35: Kamera
Saku Bagi Kaum Muda
 
Tak diragukan lagi, siapa pun pasti terpikat
melihat bentuknya yang manis dan mungil.
Kendati demikian, bukan itu saja yang
membuat kamera ini mencuri perhatian.
FinePix Z35, koleksi terbaru Fujifilm yang
membidik pasar kaum muda, ini tidak
hanya cantik dari luar tapi juga dari dalam.
Pasalnya, ia juga dibekali fitur yang tak
kalah bersaing. Ia pun dibekali resolusi 10
MP serta lensa Fujinon dengan 3x zoom.
Terdapat mode Anti-blur yang
menjamin gambar tetap tajam ketika
memotret di keramaian atau festival. Z35
dilengkapi pula beberapa fitur tambahan
seperti teknologi Face Detection dan Scene
Recognition Auto. Juga, sensitivitas ISO
hingga 1600. Teknologi Scene Recognition
Auto (SR Auto) dalam kamera ini mampu
mendeteksi scene tanpa perlu memilih
terlebih dulu pilihan mode dalam kamera.
Menyesuaikan dengan pangsa pasarnya,
kamera ini juga dibekali blog mode yang
semakin memudahkan pengguna untuk
upload foto ke situs online. Tebalnya yang
hanya 2,3 cm membuatnya mudah dibawa
ke mana saja. Jika Anda termasuk kaum
muda yang aktif dan trendi, kamera ini
sangat cocok untuk Anda. Tapi harap
bersabar karena FinePix Z35 baru akan
hadir September mendatang. dpreview.com | nana
|
|