14 April 2009
 

home | about us | exposure-magz

 
 

Canon & FN Hunting Series: Feel the Bali Spirit

Setelah gathering dan workshop di Yogyakarta bulan Maret silam, pada 13-18 April Canon & FN Hunting Series pertama diadakan di Bali dengan tema "Feel the Bali Spirit." Dengan meeting point di bandara Ngurah Rai, Denpasar, peserta akan diajak ke berbagai tempat tujuan yang tentunya menghadirkan pemandangan berbeda-beda, yakni Uluwatu, tari Kecak, sunrise di Pantai Sanur, desa Tenganan (Bali Aga), Kintamani, sunrise di Toyabungkah, Bedugul, Tegal Alang, Danau Beratan, Tanah Lot, Alas Kedaton, Pasar Seni Sukowati dan lain-lain.

Dengan hanya membatasi peserta sebanyak 20 orang, biaya pendaftarannya adalah 2.750.000 per orang, yang tentu saja sudah mencakup akomodasi, transportasi dan konsumsi. Sejauh ini, kuota tersebut sudah dipenuhi oleh FNers asal Jakarta, Semarang dan Halmahera yang saat ini sedang menikmati waktu berburunya di Pulau Dewata. Dodi Sandradi

 

Story Arc oleh Abbas Magnum Photos

Tak hanya mengambil gambar, sebuah workshop akan digelar dengan mengajak pesertanya mempelajari bagaimana cara menciptakan rangkaian cerita (story arc) – menciptakan dialog antarfoto dalam bentuk narasi penuh ide dan arti. Workshop ini bertajuk "My Very Own Photo Assignment with ABBAS Magnum Photos" yang diselenggarakan oleh Sony, dengan mendatangkan Abbas Attas – member Magnum Photos, yang juga mantan presiden agensi foto internasional yang paling bergengsi tersebut.

Dalam workshop yang akan diselenggarakan 23 April 2009 di Bali ini, peserta akan diberi tugas memotret secara individu di beberapa lokasi. Mereka kemudian akan diajarkan bagaimana cara menciptakan esai ala pameran dengan memfokuskan diri pada literasi visual, formasi cerita dan imajinasi personal, yang kemudian akan dikomentari oleh Abbas.

Dengan biaya sebesar US$ 1.999, peserta akan diberi fasilitas akomodasi hotel dan makan. Untuk keterangan selengkapnya dan formulir pendaftaran, kunjungi support.sony.com.sg. Danu Sagoro

 

Leica M8 Versi Putih

Setelah peluncuran limited edition Leica Safari M8 seharga US$ 10.000 Januari lalu, perusahaan Jerman ini akan memproduksi edisi khusus M8 berwarna putih. Edisi pertama telah diluncurkan, dan akan diikuti oleh edisi-edisi berikutnya, yang kesemuanya akan diproduksi dalam jumlah terbatas. Seperti kamera rangefinder Leica lainnya, tiap bodi kamera akan dibuat dengan bahan berkualitas tinggi. Belum ada konfirmasi mengenai harga, namun Anda bisa menghubungi Leica untuk informasinya. luxist.com | cindy

 
 

Situs untuk Pewarta Foto

LiveBooks Inc., provider situs portfolio dan software pemasaran untuk fotografer profesional, memperkenalkan LiveBooks Photojournalism (http://pj.livebooks.com) – situs yang dirancang untuk komunitas jurnalis/pewarta foto. Situs ini merupakan hasil kerja sama dengan FiftyCrows dan the National Geographic All Roads Photography Program. Kerja sama yang bermula dari dua kelompok jurnalis foto ini, bertujuan memberi kesempatan pada para jurnalis foto di seluruh dunia untuk memiliki situs profesional sendiri dengan harga terjangkau.

LiveBooks Photojournalism dirancang untuk membantu jurnalis foto dan fotografer dokumenter memperlihatkan karya, mengembangkan karir, dan mendukung penggunaan karya mereka untuk mendorong perubahan sosial. Andy Patrick, presiden dan CEO liveBooks dan pendiri FiftyCrows mengatakan, liveBooks berusaha mencari jalan untuk mendukung karir jurnalis foto dan mereka yang diceritakan. Ia melihat liveBooks Photojournalism sebagai usaha yang dilakukan secara sadar, dan langkah nyata untuk membantu jurnalis foto membagi kisah yang mereka saksikan setiap waktu.

Situs ini tak hanya menawarkan harga murah, tapi juga desain profesional. Bahkan pengguna bisa memilih 78 desain halaman yang disediakan oleh tim kreatif liveBooks. Sayangnya, situs liveBooks Photojournalism ini hanya tersedia untuk anggota organisasi fotojurnalisme yang menjadi rekanan. Untuk berlangganan, biayanya US$ 44 per bulan atau US$ 444 per tahun. Situs ini juga bisa dibeli seharga US$ 1.144. photographyblog.com | nana

 

GPS di Nikon Coolpix P6000

Ingin tanpa repot-repot menandai di mana sebuah foto diambil? Nikon USA telah merekrut GeoSpatial Experts untuk mempersenjatai dan memasarkan Coolpix P6000 dengan sistem GPS. P6000 adalah kamera point and- shoot paling canggih yang pernah dikeluarkan Nikon – juga merupakan kamera digital tercanggih dengan teknologi GPS terpadu. GPS diintegrasi dalam bodi kamera, sehingga koordinat lokasi pemotretan akan langsung terekam.

Kamera beresolusi 13-MP yang cukup kecil untuk Anda masukkan dalam saku ini ditujukan tak hanya untuk keperluan rekreasional, namun juga aktifitas industri, komersial, teknologi dan bidang-bidang bisnis lainnya.

Untuk keperluan sehari-hari, ada dua buah paket yang ditawarkan oleh GeoSpatial Experts. P6000 akan dilengkapi dengan software GPS-Photo Link Express dengan kemampuan mapping-nya. Dua paket tersebut dijual dengan harga sekitar US$ 750. Sedangkan untuk keperluan profesional, Anda bisa memilih dua paket P6000 yang dilengkapi dengan software GPS-Photo Link GIS (Sistem Informasi Geografi) Pro Series, yang dijual sekitar US$ 1.000. geospatialexperts.com | cindy

   

Perekam Video Berkamera Foto, Ber-GPS

Di balik sosoknya yang mungil dan ringan, Sony Handycam HDRTG7VE tak hanya bisa merekam video, tapi juga bisa memotret. Resolusi yang ditawarkan pun cukup tinggi, 4MP. Dengan menekan REC Start/Stop video atau menekan tombol PHOTO, handycam ini siap memotret apa saja.

Memori internal 16 GB-nya bisa merekam selama 6 jam dengan kualitas HD. Jika memori internal tak cukup, HDR-TG7VE juga kompatibel dengan Memory Stick card Sony, geotagging otomatis dengan GPS dan Map Index View. Anda juga bisa memanfaatkan teknologi Intelligent Face Detection dan Smile Shutter selama merekam video maupun memotret.

Handycam berlayar LCD 2,7 inci ini juga menjanjikan pengoperasian yang mudah. HDR-TG7VE Full HD Memory Stick akan hadir Mei mendatang dan diperkirakan harganya £ 850.

Sementara itu, bulan depan Sony akan meluncurkan camcorder HDRTG5V yang cukup Anda masukkan ke dalam saku. Keunggulannya adalah sensor GPS built-in yang dimilikinya mampu merekam dan menandai video secara otomatis di mana gambar diambil, beserta tanggal dan waktunya.

Camcorder ini adalah full-HD kamera yang merekam pada 1.920- fps dengan resolusi 1.080 pixel. Dengan optical zoom 10x dan flipout LCD touch screen 3 inci, Anda dapat menyimpan gambar rekaman pada MemoryStick Pro Duo atau langsung pada memori built-in 16 GB. Dengan berat 226,8 gram, panjang 12,7cm dan lebar 5,1cm, TG5V diprediksi akan muncul di pasaran seharga US$ 1.000. photographyblog.com, nytimes.com | nana, cindy

   

Pameran Foto Audrey Hepburn dan Marilyn Monroe

Sebuah pameran foto dua ikon Hollywood era 1950-an, Audrey Hepburn dan Marilyn Monroe, akan digelar di Proud Central, London, pada 30 April hingga 26 Juli 2009. Acara ini digelar untuk memperingati ulang tahun Audrey ke-80, dengan memamerkan fotofoto koleksi Sam Shaw – fotografer Collier's Magazine era 1940-an yang memulai karir dalam industri film tahun 1915 sebagai fotografer istimewa, dan dikenal sebagai salah satu fotografer Hollywood ternama.

Proud Galleries dan Sam Shaw Archive berkolaborasi menampilkan kedua wanita ini sebagai ikon penting dalam pameran foto tersebut. Tujuannya tentu saja untuk menyuguhkan dan menguak rahasia kecantikan dan pancaran aura keduanya guna menginspirasi kaum wanita saat ini. photographyblog.com | cindy

 

Nikon D5000 Siap Hadapi Canon 500D


Tak mau ketinggalan dengan Canon yang memperkenalkan 500D-nya tahun ini, Nikon siap dengan D5000-nya. Kamera DSLR ini menempati posisi antara D60 dan D90. D5000 mewarisi kemampuan merekam video HD Nikon D90 dalam bodi yang lebih ringan dan kecil. Bobotnya hanya 560 g dengan dimensi 12,7 x 10,4 x 8 cm.

Kamera ini ditujukan untuk pengguna yang ingin beralih dari kelas pemula ke tingkat yang lebih tinggi. Dibanding Canon 500D yang beresolusi 15.1MP, Nikon D5000 hanya disenjatai resolusi 12.3MP. Tapi serupa dengan 500D, D5000 juga bisa merekam video HD.

3200 (yang bisa ditingkatkan setara dengan ISO 100 dan ISO 6400), Live View, D-Movie, 19 scene mode serta layar LCD 2,7 inci. Kamera ini kompatibel dengan berbagai lensa Nikkor AF-S dan AF-I. Sayangnya, belum ada informasi rinci mengenai tanggal rilis dan harganya. dpreview.com | nana


Explorasi Surga Lanskap Lampung Barat


Lembah di belakang rumah menjadi surga bagi para pemburu lanskap (landscape). Lumbok (danau) Ranau, rumah-rumah adat, pasar kecil, hutan damar di Krui (ibukota kecamatan Pesisir Tengah) dan pantai Tebakhak juga menjadi sasaran eksplorasi 25 orang fotografer.

Lampung Barat ternyata memiliki keindahan landscape yang sangat menawan. Kekayaan kabupaten ini dieksplorasi oleh 22 orang fotografer dari Jakarta dan 3 fotografer Lampung, 26 hingga 29 Maret silam.

Dengan dijamu makanan khas dan informasi adat setempat oleh Kepala Dinas Pariwisata Lampung Barat di sebuah penginapan rumah panggung kuno yang dibangun tahun 1933, keduapuluh lima fotografer mengunjungi kecamatan Batubrak dan merasakan nikmatnya kopi Liwa (ibukota Lampung Barat), sebelum akhirnya menempuh 19,5 jam perjalanan pulang ke Jakarta dengan dihibur oleh pemandangan kapal-kapal tanker berbendera Panama yang kandas di pantai. Setyo Bagyo


Belajar Strobist Bersama D'Blitz Sidoarjo


Berawal dari keinginan belajar bersama tentang flash, terbentuklah kelompok belajar D'Blitz. D'Blitz (kependekan dari Dolanan Blitz) diprakarsai oleh beberapa anggota Kopdar (Komunitas Photographer Sidoarjo).

Kelompok yang bermarkas di Sidoarjo ini berharap kelompok tersebut bisa menjadi wadah penyaluran hobi bermain flash, khususnya bagi fotografer Sidoarjo dan sekitarnya. Grup yang mereka buat di Facebook telah memiliki lebih dari 40 rekan sesama penghobi strobist.

Sebagai kegiatan perdana, mereka menggelar diskusi dan hunting foto yang dikemas dalam "Strobist Weekend with Lovely Yana." Dalam acara yang berlangsung 4-5 April ini, D'Blitz mengajak peserta belajar tentang teknik menggunakan off camera flash atau strobist.

Hari pertama diisi diskusi yang menampilkan dua pembicara, yakni Prihartono dan Teddy Widhi, keduanya anggota Fotografer.net yang berdomisili di Surabaya, dan sesi foto outdoor. Diskusi ini membahas istilah strobist, aplikasinya dan kegunaan berbagai macam light shaper/modifier. Hari kedua dilanjutkan praktek pemotretan strobist dengan model di Kawasan Kota Lama Surabaya. Pemotretan diikuti 18 peserta, jumlah yang lebih sedikit dibanding hari pertama yang diikuti 23 peserta. Meski acara ini digagas oleh anggota Kopdar, peserta yang ikut tak hanya anggota Kopdar saja. nana


Kodak Daur Ulang 1,5 Miliar Kamera


Satu Setengah Miliar One-Time-Use Cameras (OTUCs) telah didaur ulang oleh Kodak. Kamera-kamera sekali pakai tersebut, jika dibentangkan dari ujung ke ujung, akan mampu mengitari bumi lima kali atau setengah perjalanan ke bulan, yakni 193.121,28 kilometer.

Sejak 1990, para pengguna OTUC diberi sejumlah imbalan uang jika mengembalikannya kepada Kodak, dengan mengumpulkannya di sejumlah outlet. Kamera-kamera itu kemudian dikirim ke pabrik Kodak di Guadalajara, Meksiko, untuk didaur ulang dan digunakan kembali. Bagian dalam kamera yang masih bagus akan dibuat OTUC yang baru, sedangkan bagian-bagian yang lain - termasuk casing plastik - akan didaur ulang untuk digunakan dalam pembuatan produk-produk lain.

Rating daur ulang produk-produk di Amerika tahun 2008 menunjukkan bahwa pendaurulangan OTUC oleh Kodak menempati posisi pertama dengan angka pencapaian 84%, mengalahkan daur ulang plastik (25%) dan kertas (50%). Angka 84% sendiri naik dari 75%, yang dicapai beberapa tahun yang lalu. kodak.com | cindy

 

Dipamerkan, Wajah-wajah dalam Pemerintahan Obama


Potret tokoh penting dalam pemerintahan Barack Obama akan dipamerkan di Birmingham Museum & Art Gallery, April ini. Sebanyak 52 foto karya Nadav Kander, fotografer terkemuka, ini diambil ketika malam inagurasi.

Malam itu Nadav Kander bertugas memotret pemerintahan Presiden terpilih. Sejarah baru politik AS terekam dalam potret-potret yang tak hanya menampilkan wajah lama tapi juga wajah baru. Mantan ibu negara, Hillary Clinton hingga Reggie Love, Asisten Pribadi Obama, tak luput dari bidikan. Beberapa berpose apa adanya, yang lain dengan properti pribadi mereka.

Kander mengaku bangga bisa menjadi bagian momen bersejarah ini, dan sangat senang karyanya bisa dinikmati publik. Pameran ini merupakan usulan Rhonda Wilson, Direktur Rhubarb-Rhubarb, agensi fotografi berbasis di Birmingham. Wilson berharap pameran yang berlangsung 18 April hingga 31 Agustus ini bisa memperlihatkan kekuatan fotografi untuk menunjukkan situasi dan momen bersejarah ini, serta memberi kesempatan publik untuk turut menyaksikannya. photographyblog.com | nana

 

Album Digital Bertampilan Tradisional

Istego Distribution GmbH (Jerman) meluncurkan Vosonic DPA4000. Sekilas, produk ini terlihat seperti album foto tradisional, namun ternyata DPA4000 adalah sebuah album digital yang ketika ditutup akan terlihat benar-benar hanya sebuah album foto biasa, dengan sampul terbuat dari kulit. Namun ketika dibuka dan dihubungkan ke listrik, Anda dapat menikmati foto-foto RAW dalam sebuah album konvensional sekaligus bisa menampilkannya dalam bentuk slideshow dengan background musik, atau menikmati video dan film dengan Video Mode.

Dengan proses produksi dikerjakan oleh sebuah perusahaan Taiwan - Vosonic Technology Corporation - DPA4000 juga berfungsi sebagai external hard drive berkapasitas 4 GB dengan layar LCD TFT 8 inci, yang mampu menyala selama 2,5 jam penuh dengan baterai Li-ion. Anda bisa membelinya dengan merogoh kocek € 249 mulai 19 April. photographyblog.com | cindy

 

Sanyo Xacti Hadir di Pasaran


Sanyo segera memasarkan Sanyo Xacti Dual Camera yang bisa merekam video sekaligus memotret. Sanyo Xacti ini telah diperkenalkan sejak Januari lalu. Seriseri yang akan tersedia di antaranya VPCFH1, VPC-WH1, VPC-TH1, dan VPC-CG10. Keempatnya akan dipasarkan di AS dan Meksiko.

Kamera-kamera tersebut mengusung kualitas HD dan masing-masing memiliki keistimewaan sendiri. VPC-FH1 menawarkan resolusi 8MP serta video 1080p dengan kecepatan 60fps. VPC-TH1 menjanjikan video HD 720p, resolusi foto 2MP, serta lensa zoom optikal 30x. VPC-CG10 beresolusi 10MP dan bisa merekam video HD 720p. Sedangkan VPC-WH1 bisa digunakan di bawah air hingga kedalaman 10 kaki selama 1 jam. dcviews.com | nana

 

E-mail Redaksi : editor@exposure-magz.com | E-mail Iklan : marketing@exposure-magz.com

Exposure terbuka terhadap saran dan komentar, yang bisa disampaikan melalui

email ke : editor@exposure-magz.com