16 September 2009
 

home | about us | exposure-magz

 

Photo by Augina Natalia G Wowor

 

MPC Pamerkan "Manado in My Eyes"

Rekaman visual keindahan Sulawesi Utara serta kehidupan masyarakatnya oleh fotografer Manado tampil dalam pameran foto "Manado in My Eyes." Acara ini diselenggarakan oleh Manado Photography Club (MPC), untuk menyambut HUT Propinsi Sulawesi Utara yang jatuh pada 23 September, sekaligus merayakan HUT MPC pada 10 Agustus lalu. Tujuannya tak lain untuk memvisualisasikan apresiasi masyarakat fotografi di Sulawesi Utara terhadap perkembangan Kota Manado khususnya, dan Sulawesi Utara umumnya.

Tak kurang dari 200 foto dari berbagai aliran fotografi dipamerkan di Manado Town Square, Manado, dari tanggal 9 hingga 13 September. Foto-foto landscape, human interest, journalism, architecture, cityscape, dan masih banyak lainnya tampil dalam pameran. Semua foto merupakan karya fotografer lokal dari Sulawesi Utara. Tak hanya mendapat respon positif dari pihak sponsor, masyarakat Manado pun tak kalah antusias mengunjungi pameran ini.
Augina Natalia G Wowor, Denny Stefano Taroreh

 

Pesta Blogger Galang Nasionalisme via Lomba Foto

Aksi terorisme yang kembali terjadi beberapa waktu lalu, menjadi inspirasi tema lomba foto Pesta Blogger 2009 (www. pestablogger.com). Lomba foto bertema "One Spirit One Nation" ini merupakan salah satu acara yang digelar untuk meramaikan Pesta Blogger 2009, ajang temu nasional blogger se-Indonesia, yang bertema sama. Lomba foto ini diharapkan mampu memunculkan foto-foto terbaik karya anak bangsa yang akan menjadi gambaran semangat nasionalisme, kebhinekaan dan gotong royong.

Deniek Sukarya, Arbain Rambey, Kristupa Saragih dan Darwis Triadi terpilih sebagai dewan juri. Lomba foto terbuka untuk umum dan bisa diikuti dengan mendaftar terlebih dulu di www.photocontest.pestablogger.com. Panitia akan memilih 30 foto terbaik yang akan dipamerkan selama penyelenggaraan Pesta Blogger tanggal 24 Oktober 2009 di Jakarta. Penyerahan foto ditutup 15 Oktober 2009. nana

 

Photo by Sigit Asmoro Nugroho

 

Belajar Gratis Fotografi Still Life

Sebagai pengisi kegiatan di bulan puasa, Singomoto Underground Studio kembali mengadakan ajang belajar sekaligus memotret still life, tanpa dipungut biaya alias gratis. Ini merupakan acara rutin tahunan pada bulan Ramadan, yang pada tahun ini digelar tiga kali.

Masih seperti tahun-tahun sebelumnya, kemasan acaranya adalah workshop dan hunting. Acara pertama diadakan 29 Agustus lalu dan diikuti oleh 15-an peserta; kedua pada 5 September dengan 12 peserta; dan acara ketiga digelar pada 12 September yang diikuti oleh sekitar 14 peserta. Kesemuanya berlangsung di Singomoto Underground Studio, Jakarta Timur, dan dipandu oleh Fr. Edy Santoso, anggota Fotografer.net sekaligus pemilik studio tersebut.

Para peserta diarahkan untuk memotret still life sekaligus belajar lebih dalam tentang jenis fotografi tersebut. Tak ada obyek khusus dalam hunting ini. Peserta bebas memilih obyek, asal masuk kategori still life. Fr. Edy Santoso

 

Leica M9, Kamera Full-frame Termungil

Tradisi fotografi format 35mm telah dimulai 100 tahun lalu dengan Ur-Leica. Kini format 35mm kembali hadir dalam wujud Leica M9.

Leica M9 merupakan sistem kamera digital pertama di dunia untuk ukurannya yang dibangun dengan sensor CCD 24x36mm. Sensor ini bisa menangkap gambar berformat 35mm dalam resolusi tinggi. Kesesuaian antara CCD sensor dengan resolusi 18 MP memungkinkan pemanfaatan format penuh 35mm.

Sensor Leica M9 menggunakan penutup kaca untuk menghilangkan pencemaran sinar infrared, dan memungkinkan pemanfaatan lensa Leica M tanpa kehilangan kualitas gambar. Kamera ini dilengkapi monitor LCD 2,5 inci dengan key control four-way switch dan dial combination. Fungsi-fungsi yang terdapat dalam kamera bisa diakses dengan mudah melalui tombol pengaturan. Leica M9 berdimensi 13,9 x 3,7 x 8 cm dan menjadi kamera full-frame terkecil di dunia. Tersedia dalam warna hitam klasik dan abu-abu baja. Leica M9 tersedia mulai September dengan harga US$ 6.995. dcviews.com | nana

 

FlashPipe Mudahkan Transfer Foto & Video


Malas mentransfer foto atau video dari flash card ke komputer atau ke beberapa komputer sekaligus dalam sebuah jaringan, juga meng-copy data ke folder utama atau folder backup? FlashPipe akan mempermudahnya untuk Anda. Tak perlu lagi melakukan copy-paste dari jendela-jendela explorer –cukup "one click and done."

Ketika pertama kali menggunakan software keluaran Ddisoftware, Inc. ini, Anda dapat mengatur perintah copy/ move sesuai dengan kebutuhan. Setelahnya, setiap kali Anda menghubungkan flash card dengan komputer, FlashPipe akan terbuka secara otomatis. Kemudian, dengan hanya menekan tombol "Go," seluruh perintah pengaturan akan berjalan dengan sendirinya.

Tak hanya itu, FlashPipe mampu menciptakan file RAW secara otomatis dan menyimpannya dalam subfolder "Developed" di tiap folder. Anda tidak memerlukan tool lain untuk melakukannya, karena FlashPipe dilengkapi dengan konverter RAW otomatis. Dengan $19.99 Anda akan mendapatkan gratis upgrade selama satu tahun.
imaging-resource.com, ddisoftware.com | cindy

 

Kirim Attachment 100 MB dengan Tonsho Photo


Biasanya, jika mengirim file berukuran lebih dari 5 MB melalui attachment, e-mail gagal terkirim (undelivered). Tonsho memberi solusi yang diberi nama Tonsho Photo - sebuah layanan berbasis e-mail yang akan memberi Anda ruang hingga 100 MB dalam penggunaan attachment.

Untuk menikmati layanan ini, Anda perlu melakukan registrasi (sign up) di www.tonsho.com – ada layanan gratis yang nantinya dapat Anda upgrade ke beberapa layanan berbayar. Dalam proses registrasi tersebut, Anda akan diminta memasukkan alamat e-mail. Setelah itu, Anda langsung dapat mengirimkan file berukuran besar, tentunya dengan tetap menggunakan alamat e-mail Anda sebagai alamat pengirim. Anda juga dapat melakukan aktifitas ini dari beberapa e-mail client seperti Microsoft Outlook, Mac Mail atau Thunderbird milik Linux.

Layanan ini diciptakan oleh Tonsho untuk para fotografer profesional yang memiliki kebutuhan mengirimkan foto-foto berukuran besar kepada klien. Sekalinya Anda mengirimkan foto, Tonsho akan langsung menciptakan sebuah galeri download. Dalam e-mail yang terkirim nanti, klien akan mendapatkan sebuah link dan password untuk membuka sebuah halaman web yang berisi galeri download –berisi foto-foto berbentuk thumbnail– tadi. Klien pun dapat memilih foto mana yang hendak dibeli, hanya dengan membubuhkan tanda centang pada thumbnail foto yang diinginkan.
imaging-resource.com, ddisoftware.com | cindy

 

Fotografi Dibawa Mati


Christian Poveda (53 tahun), seorang fotografer Prancis-Spanyol yang juga pernah menyutradarai film kontroversial berjudul La Vida Loca, ditemukan tergeletak tak berdaya dengan luka tembak di kepalanya di dalam sebuah mobil di Tonacatepeque, sebuah area pedesaan sebelah utara San Salvador, El Salvador.

Sebelum ditemukan tewas, Poveda sedang dalam perjalanan pulang setelah melakukan tugasnya untuk meliput sebuah gang yang terkenal dengan aksi kekerasannya, yang bernama Mara. Dalam beberapa tahun terakhir, Poveda memang hidup bersama anggota gang ini untuk mendokumentasikan kehidupan mereka. Dia pun sudah mendapat perlindungan dari ketua gang.

Miquel Dewever-Plana, fotografer lain yang juga teman Poveda, mengatakan bahwa kematian Poveda bisa saja merupakan ulah polisi atau pihak militer, karena selama ini mereka berdua tidak menitikberatkan liputan mereka pada aksi kekerasan kelompok Mara, namun lebih pada mengapa kelompok ini termarginalisasi - karena kemerosotan sistem di lingkup keluarga dan ketidakpedulian pemerintah lokal dan pusat.

Ada pula sumber lain yang mengatakan bahwa Poveda mungkin saja dibunuh oleh salah satu anggota gang, karena ketika foto-fotonya dipamerkan dalam festival Visa Pour L'Image di Perpignan, Prancis, dia menuliskan sebuah prakata pameran, "Gang yang terdiri dari anak muda ini tak bisa hidup tanpa obat-obatan dan senjata, dan mereka perlahan telah menyebar ke Amerika Tengah."

Tahun lalu, Poveda mengatakan bahwa dia tak pernah merasa khawatir akan hidupnya, ketika dia harus hidup bersama kelompok Mara ini. Siapapun yang nantinya terbukti menembak mati Poveda, inilah arti sebuah dedikasi seorang fotografer yang foto-fotonya telah banyak dimuat di Newsweek, New York Times, GEO, Le Figaro, Paris Match, Stern dan berbagai majalah di belahan dunia lain. bjp-online.com, pdnonline.com | cindy

 

Harinezumi: Eksperimen Analog dalam Kamera Digital


Pemroduksi kamera mainan, Superheadz, di Jepang merilis sebuah kamera digital baru yang sangat mungil, diberi nama Harinezumi. Mungkin, kamera ini memang bukan merupakan salah satu barang primer yang akan Anda tulis di daftar belanja. Namun, jika gemar bereksperimen, mungkin Anda akan sangat menikmati penggunaan Harinezumi, karena kamera ini tidak memiliki fungsi live view. LCD mungil di bagian belakang hanya memiliki fungsi playback, sehingga Anda tidak akan pernah tahu apa yang sebenarnya yang sedang Anda potret - seperti ketika menggunakan kamera analog. Karena itulah, berbagai ketidaksengajaan sangat mungkin tertangkap oleh kamera, baik yang menyenangkan maupun yang biasa-biasa saja.

Fitur Harinezumi yakni 2.0-MP CMOS Chip, resolusi gambar 1600x1200 atau 320x240, video 640x480 (AVI) pada 25fps, sensitivitas film 100/800, Micro SD Card hingga 2GB (dijual terpisah) dan baterai CR2X1 (dijual terpisah). Kamera yang dijual seharga US$ 170 ini juga memiliki sebuah fitur efek film 8mm tanpa suara, yang akan membawa Anda lebih jauh untuk bereksperimen di dunia analog.
pdngearguide.com, shopping.icp.org | cindy

 

Samsung WB5000 Dirilis Oktober

Samsung Digital Imaging akhirnya mengumumkan kapan WB5000 akan mulai tersedia di pasaran. Kamera megazoom yang beresolusi 12.5 MP dan berdimensi 116 x 83 x 91mm ini akan tersedia mulai Oktober tahun ini, seharga US$ 400.

Kamera dengan lensa wide angle Schneider-KREUZNACH 26mm dengan zoom optikal 24x, serta layar LCD 3 inci ini menawarkan Dual Image Stabilisation untuk mencegah gambar kabur. WB5000 juga bisa merekam video HD dan dilengkapi kontrol manual serta fitur Face, Blink dan Smile detection, serta fitur Frame Guide untuk membantu memotret diri sendiri. Instruksi penggunaan kamera lengkap dengan ilustrasinya juga tersedia melalui layar LCD 3,0 inci.

Selain itu, WB5000 (HZ25W di Amerika Utara) juga memiliki fitur-fitur lain seperti memori internal 40MB dan SDHC card storage, kemampuan rekam video H.264 (MPEG-4) high-definition 720p dengan suara stereo, focal length 4,6-110,4mm (actual) atau 26-624mm (35mm equivalent), digital zoom hingga 5x dan baterai Proprietary SLB-11A Lithium-ion.
imaging-resource.com | cindy

 

Camera Mapper: Ciptakan 3D dari 2D

Sebuah software yang bisa menirukan adegan 3D dari gambar 2D atau footage kini hadir di pasaran. Software ini diluncurkan oleh Digieffects, pengembang software plugin untuk efek visual.

Camera Mapper adalah sebuah plugin untuk Adobe After Effect yang membuat penggunanya bisa menghasilkan efek 3D dari gambar 2D. Caranya dengan memisahkan satu atau beberapa obyek dalam footage, memproyeksikan obyek ini dalam layer yang berbeda, kemudian menarik keluar layer tersebut dari background. Ini akan menciptakan ilusi visual seakan obyek melayang di depan footage asli.

Pengembangan software Camera Mapper melibatkan Mark Christiansen, pengarang buku The After Effects Studio Techniques yang turut terlibat dalam pembuatan film Avatar, Pirate 3, All About Evil serta The Day After Tomorrow. Plugin Camera Mapper kompatibel dengan Adobe After Effect 7, CS3 dan CS4.

Software tersebut djual dengan harga US$ 79. Juga tersedia satu paket dengan PlaneSpace, software program untuk menyusun dan menggerakkan layer 3D keluaran Red Giant Software, seharga US$ 229.
photographyblog.com | nana

 

10 Foto Terbaik Lomba Foto MASH II


Photo by Jimmy Ransun

Foto berjudul "Jangan Menyerah" karya Jimmy Ransun menduduki urutan pertama dari 10 pemenang foto terbaik lomba foto "Manado Street Hunting II (MASH II)." Lomba foto ini digelar dari 16-31 Agustus 2009, dan merupakan kelanjutan ajang Manado Street Hunting edisi Agustus.

Proses penjurian dilakukan secara tertutup selama lima hari (1-5 September 2009) dengan memilih 10 foto terbaik. Dewan juri yang terdiri dari tiga moderator Fotografer.net, yakni R.B. Isworo, Wiwin Yulius, dan Ucok Harahap, menilai lebih dari 100 foto yang masuk ke galeri foto MASH II di situs Fotografer.net (www.fotografer.net).

Selain karya Jimmy Ransun, foto lain yang masuk 10 foto terbaik adalah "Siapa Yang Jaga" oleh Jamal Rahman, "One Shot" karya Jamal Rahman, "Penjual Kecil Menunggu Pembeli #2" karya Denny Taroreh, "Masa Indah" karya Edwin Ngangi, "Memintas" karya Edwin Ngangi, "Penjual Kecil Menunggu Pembeli" karya Denny Taroreh, "Still Lifev karya Jamal Rahman, "Kristalisasi Keringat" oleh Augina Wowor, serta "Bukan Kasur Biasa" karya Jefry Smith.
Denny Stefano Taroreh


Kembali ke Era 60-an dalam "Afternoon 63"

Photo by Wiwin Yulius

PhotoClinique menghadirkan suasana tahun 1960-an dalam workshop-hunting "Afternoon 63", 5 September lalu. Konsep 60-an diwujudkan dalam setting pemotretan dan dandanan model.

Tak hanya melibatkan empat model, hunting foto ini juga didukung properti era 60-an, dari mobil hingga barang-barang vintage. Acara yang diikuti 12 peserta ini berlokasi di Mansion pribadi, kawasan Jeruk Purut, Kemang Selatan, Jakarta.

Pemotretan dibagi tiga sesi dengan arahan tiga mentor dan tiga konsep yang berbeda. Sesi pertama berkonsep "middle 60's Vintage Style" dengan mentor Suryo Priyantoro. Berikutnya konsep "Broken Car" diusung oleh Andie Makkawaru. Terakhir, giliran Teddy Hernadi mengajak peserta memotret konsep "Mechanic Girl." Usai memotret, acara ditutup dengan sharing hasil foto dan buka bersama.
Mohamad Riza Ishar


Memotret "Runaway Girl" di Stasiun Kota


Photo by Alfon Suganda

Jika biasanya street hunting diadakan pada siang hari, lain halnya dengan street hunting yang digelar 5 September lalu oleh anggota Fotografer.net Jakarta. Mereka menggelar street hunting tengah malam dengan lokasi di stasiun Beos, stasiun kereta api Jakarta Kota.

Hunting berkonsep "the girl ran away from home" ini dihadiri lebih dari 50 peserta. Lima di antaranya anggota komunitas BE PFL (Pecinta Fotografi Lampung).

Lebih istimewa lagi, hunting diikuti pula oleh lima model cantik. Sesuai tema, mereka berpose layaknya gadis yang tengah minggat dari rumah. Lokasi pemotretan di stasiun tua dipadukan dengan suasana tengah malam yang sunyi, semakin mendukung konsep ini. Menjelang pagi, peserta menutup acara dengan sahur bareng. Alfon Suganda


Biar Foto yang Berbicara



Foto memang bisa berbicara tentang banyak hal. Melalui sebuah foto, berbagai cerita masa lalu bisa terungkap. Cerita masa lalu Sharon Collins pun kembali terlintas di benaknya ketika dia melihat sebuah foto seorang gadis penjaga lift yang sedang melamun dengan tatapan kosong, sambil menekan salah satu tombol lift. Sharon melihat foto itu ketika dia mengunjungi Museum of Modern Art di San Francisco, AS, 10 tahun lalu.

Bagaimana cerita masa lalu Sharon bisa kembali ke ingatannya melalui foto tersebut? Foto yang dia lihat di dekat pintu lift di museum itu adalah foto dirinya sendiri ketika dia masih berusia 15 tahun, dan bernama belakang Goldstein. Menjaga pintu lift Sherry Frontenac Hotel adalah pekerjaan sampingannya untuk mengisi liburan musim panasnya. Ketika menatap foto tersebut, Sharon tidak tahu siapa yang memotretnya kala itu, dan bahkan, dia tak tahu bahwa ada seseorang yang memotretnya.

Saat ini, Sharon menetap di San Francisco. Dia akhirnya tahu bahwa sang fotografer bernama Robert Frank, dan foto dirinya yang diberi judul "Elevator - Miami Beach, 1955" itu adalah karya Frank yang paling terkenal. Foto tersebut kini menjadi salah satu koleksi Museum of Art di Philadelphia. Uniknya lagi, setengah abad setelah foto tersebut diambil, Sharon kembali dipotret –oleh Ian Padgham– dengan pose yang hampir mirip, yakni ketika dia sedang bingung menatap fotonya sendiri di depan lift Museum of Modern Art di San Francisco. npr.org | cindy

 

Samsung ST45: Bodi Tipis, Fitur Lengkap


Samsung meluncurkan kamera saku super tipis Samsung ST45, yang hanya setebal 1,6 cm. Di samping bodi tipis, kamera ini juga berfitur lengkap, termasuk teknologi Smart Scene Recognition yang menawarkan 11 presetting seperti Portrait, Night portrait dan Macro untuk mendapatkan hasil terbaik dalam kondisi apa pun. Setting ini juga bisa digunakan ketika Anda mengelompokkan foto. Terdapat pula fitur Face Detection, blink detection, smile mode serta beauty shot.

Fitur Self Portratit dan Frame Guide juga bisa ditemukan dalam kamera beresolusi 12 MP ini. Samsung ST45 berfitur Smart Album yang secara otomatis mengatur foto Anda berdasar tanggal, isi, warna atau tema. Kamera berlayar LCD 2,7 inci ini juga dibekali Digital Image Stabilisation dan sensitivitas ISO 3200. ST45 tersedia dalam warna merah, hitam, biru dan abu-abu mulai September.
photographyblog.com | nana

 

Modul Night Vision untuk Nikon Full-frame


Setelah meluncurkan modul night vision untuk Canon EOS beberapa waktu lalu, Electrophysics kembali mengeluarkan modul night vision untuk Nikon. Modul night vision AstroScope 9350NIK berkinerja tinggi ini diciptakan untuk DSLR Nikon full-frame, seperti Nikon D3 dan D700. Jika dipasangkan dengan AstroScope 9350NIK, kamera Nikon full-frame akan menghasilkan gambar hijau scene malam beresolusi tinggi dan tajam dalam format penuh.

Modul ini dipasang di antara bodi kamera dan lensa SLR sehingga koneksi lensa elektrik tetap terjaga. Fitur seperti vibration reduction (VR) tetap berfungsi dalam mode night vision. Di dalam modul ini terdapat central intensification unit (CIU) yang mengubah gelap, cahaya bulan atau bintang malam menjadi scene terang beresolusi tinggi.

Kehadiran modul night vision tentu menjadi kabar baik bagi fotografer yang gemar memotret suasana malam. Terlebih, modul ini membuat penggunanya bisa memotret dalam kondisi minim cahaya dengan detil mencolok. Namun, belum ada keterangan resmi tentang harga dan tanggal rilisnya.
photographyblog.com | nana

 

Olah Gambar Lewat Sentuhan dengan Corel Digital Studio 2010


Corel meluncurkan Corel Digital Studio 2010, software pengedit gambar dan video yang dilengkapi touch operation. Jika dipasangkan ke hardware yang tepat, software ini bisa dioperasikan dengan menyentuh. Anda bisa mengedit file digital dengan menyentuh atau bisa juga mengoperasikannya dengan mouse.

Selain menawarkan touch operation, software ini juga menawarkan pengoperasian yang mudah dan komplet. Anda bisa mengatur, mengedit, upload video atau foto, serta membuat slide show atau home video lengkap dengan soundtrack dan voice over.

Corel Digital Studio 2010 dirancang untuk menampilkan kinerja terbaik Microsoft Windows 7, termasuk Windows Touch. Software ini juga menyediakan kebebasan berkreasi bagi pengguna Windows XP atau Windows Vista. "Tak ada aplikasi software kreatif di pasaran yang menawarkan cara baru dan unik untuk menikmati berbagai fitur multitouch melengkapi Windows 7 seperti yang dilakukan Corel Digital Studio 2010. Windows 7 dan Corel menciptakan kemungkinan baru," ujar Christian Georgeson, Manajer Produk Windows di Microsoft.

Digital Studio 2010 bisa diunduh di www.corel.com dengan biaya US$ 99,99 atau £ 59. Selain diunduh, software bisa diperoleh di toko tertentu mulai pertengahan September. Kunjungi website tersebut untuk informasi lebih lanjut tentang software ini.
dpreview.com | nana

 

Konferensi Imaging Besar-Besaran di California


"Teknologi imaging masa depan yang sesuai dengan keinginan Anda, dalam berbagai dimensi dan bisa diakses di mana saja." Itulah tema kunci yang akan diangkat dalam konferensi imaging bertajuk "6Sight Future of Imaging Conference," yang diadakan secara besar-besaran di Monterey Conference Center di Monterey, California, AS, dari tanggal 10 hingga 12 November mendatang.

Empat topik utama yang akan diangkat adalah peran penting 3D imaging, revolusi on-demand printing, keselarasan ponsel berkamera dan situs jejaring sosial, serta pengaruh perkembangan industri terhadap fotografer amatir. Tiap topik akan dibagi dalam beberapa sesi untuk mengupas tuntas topik-topik tersebut dari berbagai perspektif; demonstrasi teknologi, presentasi pakar dan diskusi panel pangsa pasar.

Beberapa agenda menarik adalah "Computational Photography - The Future Starts Now" oleh Ramesh Raskar, Ph.D., peneliti dan pengajar di Massachusetts Institute of Technology Media Lab; demonstrasi kamera 3D terbaru milik Fujifilm yang akan dilanjutkan dengan penjelasan seni teknologi 3D oleh Lenny Lipton, seorang penulis dan pembuat film, yang juga merupakan pendiri StereoGraphics Corp.; "Hollywood and Your Television" oleh Rick Dean, wakil presiden bidang pengembangan teknologi di THX yang juga salah satu pemegang saham 3D@Home Consortium; "Dimensionality in Imaging" oleh Bonny Lhotka, seorang fotografer dan artis lentikular; "State of the Camera Phone Industry" oleh Tony Henning, senior analyst Future Image; dan lain-lain. Untuk mengikuti acara ini, pendaftaran setelah bulan September dipungut biaya sebesar US$ 2.395, atau kurang lebih Rp 23,7 juta, dari yang sebelumnya hanya US $ 1.695. Untuk informasi lengkap, kunjungi www.6sight.com.
imaging-resource.com | cindy

 

Scanner Negatif & Transparansi 7200 dpi


Untuk mengabadikan foto-foto lama yang masih berbentuk negatif, juga transparansi, Plustek merilis tiga buah scanner baru - Plustek OpticFilm 7600Ai, 7600iSE dan 7400. Ketiganya menghadirkan resolusi maksimum sebesar 7200dpi. Selain itu, ada fitur Multi Sampling untuk mengurangi noise, ACRTM (Adaptive Color Restoration) untuk meningkatkan saturasi warna pada slide/negatif yang sudah usang, serta SRDTM (Smart Removal of Defects) untuk mengurangi dan menghilangkan noda atau goresan. Dengan circuitry yang telah di-update, ketiga scanner film 35mm ini mampu menghemat waktu scanning Anda sebanyak 40%.

Selain itu, 7600iSE disertai fitur infra red scan untuk melengkapi fasilitas iSRDTM (infra red Smart Removal of Defects), sedangkan 7600Ai disertai software Silver Fast Ai Studio. Saat ini, 7400, 7600iSE dan 7600Ai telah tersedia di pasaran seharga £ 199,99, £ 269,99 dan £ 379,99.
photographyblog.com | cindy

 
 

E-mail Redaksi : editor@exposure-magz.com | E-mail Iklan : marketing@exposure-magz.com

Exposure terbuka terhadap saran dan komentar, yang bisa disampaikan melalui

email ke : editor@exposure-magz.com