100 Fotografer Turut Nge-JOSS
Ada pemandangan tak biasa di hari Minggu, 9 Agustus lalu, di
sekitar Jalan Malioboro, Yogyakarta. Serombongan fotografer
tampak berseliweran di kawasan tersebut. Mereka adalah
peserta Jogja Street Shot (JOSS) 2009, ajang street hunting
fotografer Jogja dan sekitarnya.
Kendati baru pertama kali digelar, event ini mampu
menjaring banyak pencinta fotografi untuk bergabung. Lebih
dari 100 peserta turut memeriahkannya. Tak hanya dari
Yogyakarta, beberapa peserta bahkan datang dari Malang,
Jawa Timur.
Sebagai lokasi hunting, kawasan di jantung kota Jogja
ini menawarkan banyak obyek untuk dibidik, terutama human
interest, karena memang di sinilah berbagai aktivitas warga
Jogja bisa ditemui.
Hasil pemotretan selama hunting dilombakan dalam lomba
foto JOSS 2009. Peserta cukup meng-upload karya mereka ke
situs Fotografer.net (www.fotografer.net). Lomba berlangsung
hingga 23 Agustus 2009. Meylan Fredy Ismawan
|
Canon-TSI Bermitra untuk
Konservasi Alam & Satwa
Canon, melalui PT Datasrip Jakarta, menjalin kemitraan dengan
Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Bogor, untuk mendukung pelestarian
alam dan satwa. Nota kesepahaman antara kedua
pihak telah ditandatangani pada 13 Agustus lalu, oleh Direktur
Taman Safari Indonesia Drs. Jansen Manansang, M.Sc., yang
juga merupakan Presiden South East Asian Zoos Association
(SEAZA), dan Direktur Divisi Canon PT Datascrip Merry Harun.
"Salah satu langkah nyata yang telah diambil oleh Canon
adalah dikembangkannya teknologi-teknologi ramah lingkungan
dalam produk-produk yang dihasilkannya, seperti tinta-tinta
printer yang non-toxic, parts kamera yang sebagian besar
dapat didaur-ulang, serta penggunaan energi yang minim
dalam pemanasan printer lasernya. Di Indonesia, kepedulian
terhadap konservasi lingkungan diwujudkan dalam bentuk
dukungan kepada Taman Safari Indonesia, yang telah terbukti
komitmen dan kemampuannya dalam melestarikan alam dan
satwa," ujar Merry Harun.
Di samping itu, PT Datascrip
juga turut mendukung Lomba
Foto Satwa Nasional 2009 yang diadakan oleh TSI, bekerja
sama dengan Kantor Kementerian Negara Lingkungan Hidup,
Forum Konservasi Satwa Liar Indonesia (FOKSI) serta beberapa
media cetak maupun elektronik. farid
|
USB Drive 32 GB Berlapis Emas
24 Karat
Super Talent Technology, produsen
flash storage dan modul memori DRAM,
berhasil mengemas NAND Flash storage
32 GB dalam sebuah bentuk yang sangat
mungil, tahan air dan dapat menransfer
data hingga 200X (30 MB per detik).
Tak hanya mungil, Pico C 32GB tersedia
dalam dua buah kemasan, yakni yang
dilapisi perak dan emas 24 karat. Pico E
32GB yang nantinya akan diberi penutup
yang bisa digeser, juga akan dilapisi
emas 24 karat.
Super Talent juga menawarkan
tiga seri lain yang dilengkapi enkripsi hardware AES-256, untuk
melindungi data-data Anda di dalamnya. Keenam model USB
drive ini bisa Anda dapatkan dengan harga US$ 85 (tanpa
enkripsi hardware) dan US$ 99 (berenkripsi). imaging-resource.com | cindy
|
Panasonic Lumix GF1 Jadi Pesaing
Olympus E-P1
Kamera Olympus E-P1 yang
disenjatai sistem Micro
Four Third sebentar lagi
akan mendapat saingan
dari Panasonic. Dikabarkan,
Panasonic tengah menyiapkan
kamera DSLR yang
menggunakan sistem Micro
Four Third. Kamera yang disebut Lumix GF1 ini diperkirakan
menggunakan modul sensor gambar yang sama dengan
Olympus E-P1.
Lumix GF1 akan beresolusi 12 MP, dan dibekali
kemampuan merekam video HD 720p dalam 30fps. Ia juga
dilengkapi pop-up flash light, fitur anti-debu Supersonic, serta
layar LCD 3 inci.
Belum ada informasi lebih lengkap mengenai fitur kamera
ini. Hanya disebutkan bahwa GF1 akan dipasangkan dengan
lensa 20mm f1.7/45mm f2.8 m. Sayangnya, kamera tidak
dilengkapi fitur anti-shake. itechnews.net | nana
|
Kamera Berlayar LCD Depan-
Belakang & Berkoneksi Nirkabel
Kamera saku dengan layar LCD di bagian belakang bukan hal
baru lagi, tapi bagaimana jika layar LCD ini juga terpasang
di bagian depan kamera? Itulah keistimewaan dua kamera
teranyar dari Samsung, ST500 dan ST550.
Keduanya merupakan kamera pertama di dunia yang
dilengkapi teknologi layar LCD di bagian depan dan belakang.
Bagian depan dua kamera ini dilengkapi dengan layar LCD
tersembunyi berukuran 1,5 inci. Keberadaan layar LCD di
bagian depan sangat bermanfaat untuk memotret diri sendiri.
Istimewanya lagi, kamera bisa memotret secara otomatis jika
mendeteksi adanya senyuman.
Bagian belakang ST550 dilengkapi layar sentuh berukuran
3,5 inci sedangkan ST500 berlayar 3 inci. Keduanya beresolusi
12,2 MP dan dilengkapi fitur Smart Gesture User Interface yang
mempermudah akses fitur dengan sekali ketukan atau gerakan
tangan. Juga dibekali fitur One Touch Auto Focus untuk fokus
pada bagian tertentu dalam frame, dengan menyentuh area
yang diinginkan.
Keduanya dibekali lensa zoom setara 27-124mm serta
kemampuan merekam video HD beresolusi 1280x720p dengan
kecepatan 30 fps. ST550 hadir dalam warna hitam, emas,
oranye dan ungu mulai Agustus ini dengan harga US$ 349,99.
ST500 tersedia dalam warna perak, merah dan biru dengan
harga US$ 299,99.
Selain ST550 dan ST500, Samsung juga menghadirkan
ST1000, kamera saku pertama dengan konektivitas wireless
alias nirkabel. Kamera beresolusi 12,1 MP ini dilengkapi koneksi
Bluetooth 2.0 dan Wi-Fi untuk mempermudah koneksi ke
router internet atau alat DLNA yang sesuai. Teknologi Wi-Fi ini
memudahkan Anda dalam meng-upload foto ke situs online.
Terdapat pula built-in GPS untuk geo-tagging gambar dengan
data lokasi.
ST1000 juga bisa merekam video HD dan menawarkan
lensa zoom 5x (setara 35-175mm) serta layar sentuh 3,5 inci.
Hadir dalam warna perak/merah, hitam/hitam, merah/hitam,
hitam/emas dan biru/abu-abu, ST1000 akan tersedia mulai
September seharga US$ 399,99.
dpreview.com, photographyblog.com | nana
|
Hunting Peduli oleh Siswa SMP-SMA
Meskipun sebagian besar anggota klub ini terdiri dari siswa-siswi
SD, SMP dan SMA, mereka punya visi dan misi yang sama
dalam dunia fotografi. Bermodalkan kamera ponsel atau saku,
mereka tak henti-hentinya mencoba untuk mengekspresikan
diri melalui ide kreatif mereka. Klub ini bernama Repoeblik Bata
Merah Photography Club (RBMPC).
Hari Minggu, tepatnya 9 Agustus, RBMPC mengadakan
Hunting with Care untuk "Yayasan Galuh", Panti Rehabilitasi
Mental yang berada di daerah Narogong, Bekasi. Ada 11
orang peserta yang berasal dari SMP dan SMA kota Jakarta
dan Bekasi. Dalam hunting ini, mereka bukan ingin mengusik
atau mengeksploitasi keberadaan para penghuni panti, namun
jauh dari semua itu, mereka ingin mengungkapkan rasa peduli
dan tali persaudaraan. Tak hanya memotret, siswa-siswi juga
menyumbangkan sedikit dari uang saku mereka, sebagai
bentuk kepedulian konkret kepada saudara-saudara kita di
panti tersebut. R. Bagas Kara Arya P.P
|
Tiga Serangkai dari Pentax
Pentax menambah jajaran
koleksi kamera digitalnya dengan
meluncurkan tiga kamera baru,
yakni Pentax E80, P80, serta WS80.
Ketiganya dibekali fitur yang tak
kalah dibanding pendahulunya.
E80 ditujukan untuk kelas
pemula serta mewarisi interface yang
hampir sama dengan pendahulunya,
E70. E80 beresolusi 10 MP dengan
layar LCD 2,7 inci serta lensa zoom
3x. Kamera ini berfitur Auto Picture
mode yang secara otomatis memilih
mode pemotretan yang paling tepat
untuk subyek atau scene tertentu.
Merekam video berkualitas HD juga
bisa dilakukan oleh kamera ini.
Dibanding E80, Optio P80
beresolusi lebih besar, yakni 12 MP.
Namun yang paling mencolok dari
kamera ini adalah bentuknya yang
mungil. P80 hadir dalam bodi yang
lebih ramping serta ringan sehingga memudahkan mobilitasnya.
Berdimensi 10,2 × 5,9 × 2,5 cm dengan berat hanya 105 gram,
kamera ini mewarisi fitur P70 dalam versi yang lebih canggih. Ia
juga mampu merekam video HD.
WS80 mungkin menjadi yang paling istimewa. Pasalnya,
WS80 merupakan kamera tahan air yang bisa digunakan untuk
memotret dalam air. Kombinasi bodi padat yang ringan dan
ketahanan terhadap air dan debu membuatnya layak menjadi
pilihan untuk semua aktivitas. Kamera ini bisa digunakan
sampai kedalaman 1,5 meter hingga dua jam pemakaian.
Beresolusi 10 MP dan berlensa zoom optikal 5x, kamera ini juga
dibekali Face Recognition, Small Face filter, Smile Capture mode
dan fitur lainnya. dpreview.com | nana
|
Kontes Bulanan Fotografi Bawah Air
Dive Photo Guide menggelar
kontes foto bawah air online
yang diselenggarakan tiap
bulan. Kontes ini diadakan
untuk membangun kompetisi
yang sehat, meningkatkan
keterampilan fotografi dan
memudahkan para fotografer
dalam menentukan tema bidikan
pada penyelaman mereka
berikutnya.
Anda tidak perlu mengeluarkan
biaya apapun untuk
berpartisipasi. Bahkan sebaliknya, Dive Photo Guide (DPG)
telah menyiapkan hadiah-hadiah menarik setiap bulannya dan
sebuah grand prize di akhir tahun.
Tiap bulan disodorkan sebuah tema. Anda dapat meng-upload
maksimal tiga foto di galeri DPG Anda. Staf redaksi
DPG kemudian akan menentukan juara pertama, kedua dan
ketiga. Hanya juara pertama saja yang akan menerima hadiah
bulanan, namun ketiganya akan menerima sertifikat dan
diikutsertakan dalam kontes tahunan untuk memenangi grand
prize. Pemenang grand prize ditentukan dari jumlah suara yang
didapat dari komunitas DPG.
Hadiah bulanannya adalah perlengkapan fotografi bawah
air, alat-alat selam, baju selam dan liburan. Tema untuk enam
bulan pertama telah ditentukan. Jika tertarik, Anda dapat mulai
meng-upload foto sesuai dengan tema-tema tersebut di www.
divephotoguide.com.
photographyblog.com, divephotoguide.com | cindy
|
Pemotretan Minim Cahaya dengan
Sony TX1 & WX1
Pemotretan minim cahaya yang sulit
dilakukan dengan kamera saku, tak
lagi jadi masalah dengan teknologi
teranyar dari Sony. Sony tengah
mengembangkan teknologi sensor
back-illuminated CMOS yang disebut
sensor "Exmor R", yang memperbaiki
kinerja kamera saku dalam
pemotretan low light. Sensor "Exmor
R" menawarkan kemajuan kinerja low
light, kurang lebih dua kali sensitivitas
kamera dengan sensor tradisional.
Teknologi tersebut kini hadir
dalam dua kamera Cyber-shot, yakni
DSC-TX1 dan DSC-WX1. Keduanya
merupakan kamera pertama yang menggunakan sensor "Exmor
R." Teknologi ini meningkatkan kualitas pemotretan dalam
kondisi minim cahaya, menambah kejelasan gambar dan
mengurangi grain.
TX1 adalah kamera berlayar sentuh dengan resolusi 10,2
MP. Kamera setebal 1,65 cm ini dibekali lensa zoom 4x (setara
35-140mm). Tak beda jauh dari TX1, WX1 beresolusi 10,2
MP. Kamera ini juga berfitur lensa Sony G dengan wide angle
24-120mm serta zoom optikal 5x. Aperture maksimun lensa
ini f/2.4, bekerja sama dengan sensor "Exmor R" dan mode
shooting low-light, menghasilkan kemampuan memotret dalam
kondisi minim cahaya yang melampaui kemampuan kamera
digital lainnya.
Kedua kamera bisa merekam video HD dan dilengkapi fitur
Sweep Panorama serta burst shooting 10 frame per detik. Mode
Sweep Panorama membuat kamera terus memotret ketika
Anda mengarahkan kamera ke seluruh scene. Secara otomatis
kamera akan menyatukan gambar-gambar tersebut untuk
menghasilkan foto panorama.
TX1 akan hadir dalam warna perak, abu-abu, pink dan
biru mulai September mendatang dengan harga sekitar US$
380. Sedangkan WX1 akan hadir dalam warna hitam mulai
Oktober dengan harga US$ 350. dpreview.com | nana
|
|
 |
Hunting Akbar Infrared
di Jatiluhur
  Photo by Handy Loekito
Tak kurang dari 100 peminat fotografi
infrared (IR) berkumpul dalam hunting
akbar infrared di Jatiluhur, Purwakarta.
Hunting yang dikemas dengan gathering ini
berlangsung 8 Agustus lalu, dan digagas
oleh komunitas online Myinfrared (www.
myinfrared.com).
Selain peserta dari Indonesia, hunting
ini juga dimeriahkan kehadiran lima peserta
dari Singapura dan dua dari Malaysia. Acara
diisi dengan hunting model dan landscape
di area waduk Jatiluhur serta sharing
mengenai fotografi infrared. Dibyo Gahari
|
Casio Exilim Bergambar
Hello Kitty
 
Bagi yang menggemari tokoh kartun Hello
Kitty, kamera Casio Exilim EX-Z2 edisi Hello
Kitty ini patut Anda koleksi. Casio Exilim
EX-Z2 edisi khusus ini merupakan kamera
digital beresolusi 12,1 MP yang berwarna
pink dan bergambar Hello Kitty.
Selain bergambar Hello Kitty, kamera
ini juga dipercantik kristal Swarovski
yang ditempelkan di sekeliling lensa dan
bodi kameranya. Berminat memilikinya?
Sediakan dana US$ 500. Anda bisa
memesannya di www.dreamkitty.com.
image-acquire.com | nana
|
Anak Mengkritisi
Lingkungan melalui
Esai Foto
 
Photo by Fachrul Razi
Sebuah esai foto dipamerkan di Taman Sari,
Banda Aceh. Pameran ini dibuka tanggal 29
Juli untuk memperingati Hari Anak Nasional.
Seluruh foto diambil di pantai Lhok Nga di
Aceh Besar. Foto-foto tersebut menampilkan
gambaran pantai yang sedang dihadapkan
pada permasalahan lingkungan; banyak
orang menikmati keindahan alam pantai
tanpa menjaga kebersihannya.
Foto-foto tersebut memang terbilang
kurang jika dilihat dari segi teknis - kebanyakan tidak fokus dan komposisinya
lemah. Namun, tema dan pesan yang
dibawa mampu mengalahkan segala hal
yang berbau teknis.
Acara ini diselenggarakan atas
dukungan sebuah LSM internasional, World
Vision. Mereka memulai proyek dengan
menyelenggarakan workshop fotografi
di tiap-tiap kabupaten. Sekitar 40 anak
dari tiap kabupaten berpartisipasi dalam
workshop ini. Di situ, mereka diberi
penjelasan tentang hal-hal mendasar teknik pemotretan.
Misi dari acara ini adalah untuk
mengingatkan para orang dewasa bahwa
kehadiran dan hak-hak anak di lingkungan
sosial kita harus dihargai dan dilindungi.
Mereka adalah sumber daya manusia
yang harus disiapkan untuk membangun
lingkungan kita di masa depan, namun
terkadang kita lupa untuk melibatkan
mereka dalam kehidupan kita.
thejakartapost.com, acehforum.or.id | cindy
|
Pendidikan Foto Online
Gratis dari Lastolite
 
Lastolite mengumumkan sekolah pendidikan
foto online terbarunya di
www.lastoliteschoolofphotography.com. Di
dalam situs ini, Anda dapat menikmati 100
tutorial yang berisi tip dan teknik-teknik
lighting untuk fotografi studio dan outdoor.
Tutorialnya berbentuk PDF, disertai video
berisi tip, juga video berdurasi 15-20 menit
yang berisi tutorial langkah demi langkah.
Produsen peralatan lighting yang berdiri
sejak 1985 ini akan menambah tiga tutorial
tiap bulannya di situs tersebut.
imaging-resource.com | cindy
|
Mengeksplorasi Belitung
dalam "Focused Belitung
Exploration"
 
Photo by Setyo Bagyo
Kesuksesan hunting Exploring Belitung Juni
lalu menginspirasi 'Art'venture Photography
untuk kembali mengadakan hunting ke
Belitung, dalam acara yang bertajuk
"Focused Belitung Exploration." Hunting ini
digelar 7-9 Agustus dan terbuka bagi siapa
saja yang berminat. Tercatat 12 anggota
Fotografer.net dari berbagai daerah turut
serta dalam kegiatan ini.
Selama tiga hari, peserta diajak
mengunjungi sejumlah spot menarik di
Belitung. Yang pertama mereka kunjungi
adalah daerah Membalong yang terkenal
dengan pantai-pantai indahnya, seperti
Teluk Gembira, pantai Awan Mendung, dan
Batu Lubang. Mereka juga menyempatkan
diri mengunjungi perkampungan nelayan
dan berinteraksi dengan penduduk
setempat.
Pagi berikutnya, peserta menyeberang
ke pulau Batu Berlayar, Langkuas, Malang
Besar, Haji, Burung, Pasir dan beberapa
pulau lain. Mereka juga sempat memberi
bantuan sembako pada dua penjaga
mercusuar di pulau Langkuas. Tanjung
Tinggi, jembatan Kubu dan tambang kaolin
menjadi tujuan mereka di hari terakhir. Setyo Bagyo
|
Tripod Portabel & Funky
 
Sebuah tripod berpengait, funky, portable,
telah didesain oleh sekelompok orang yang
tergabung dalam Komunitas Quirky (para
anggota memberi sumbangan ide, voting,
rating atau mempengaruhi ide produk orang
lain). Tripod yang berbentuk seperti boneka
ini dikerjakan hanya dalam waktu satu
minggu, dan kini telah dirilis ke publik - DigiDude.
Cara penggunaannya mudah. Anda
cukup membuka kepala boneka dan
menarik kakinya. Tripod ini sangat mudah
dibawa ke mana-mana dan dikaitkan pada
tas kamera. Anda tak perlu lagi bersusah
payah membawa tripod yang berat atau
gear kamera yang tak dibutuhkan.
DigiDude bisa dipasangkan pada
kebanyakan kamera jenis point-and-shoot,
flipcams dan lain-lain. Apapun kamera yang
muat dalam kantong Anda, pasti dia juga
dapat dipasangkan pada DigiDude.
Ada lima wajah DigiDude yang bisa
Anda pilih: Pinky Scorsese, Snot Buster,
iChomp, G-bling-Money-Son dan BoltBot.
Kelimanya memiliki gaya dan ekspresi
wajah yang berbeda-beda. Dengan US$
19,99, seluruh produk DigiDude yang Anda
terima sudah termasuk kaki yang bisa
diatur panjangnya dan key ring. quirky.com | cindy
|
Dicari, Fotografer
Terburuk
Jika selama ini orang selalu
mencari yang terbaik, lain halnya dengan
Ralph Velasco. Instruktur fotografi dan
pendiri PhotoWalkingTours (http://www.
photowalkingtours.com) dari California
Selatan ini mencari fotografer terburuk
di dunia dalam kontes World’s Worst
Photographer. Misinya menyingkirkan
pemotretan yang jelek; cukup satu jepretan
untuk satu adegan. Dengan percaya diri, ia
menyatakan siap membantu fotografer yang
belum berhasil memotret dengan baik.
Sebagai hadiahnya, Velasco
menawarkan kursus singkat berupa
Photography Learning Package senilai
lebih dari US$ 1.000. Paket ini termasuk
dua kelas privat, lima One on One
PhotoWalkingTour di Orange County
dan partisipasi dalam kelas Velasco
dengan kelompok kecil. Masing-masing
paket bernilai lebih dari US$ 135.
Velasco mendorong siapa saja untuk
menominasikan teman atau kenalan mereka
yang dirasa butuh perbaikan dalam bidang
fotografi.
Caranya? Jika ingin menominasikan
seorang teman, Anda harus menjelaskan
dalam maksimal 50 kata, kenapa teman
Anda tersebut berhak mendapat paket
pelajaran fotografi. Kirimkan tulisan Anda
melalui e-mail ke PhotoWalkingTours@
gmail.com, jangan menggunakan
attachment. Batas akhir pengiriman hingga
31 Oktober 2009. Semua masukan akan
dinilai oleh Ralph Velasco dan pemenangnya
diumumkan 31 Desember 2009. photographyblog.com | nana
|
Helikopter Tak Berawak
untuk Fotografi Aerial
 
Jika Anda fotografer atau videografer aerial,
tentunya akan sangat tertarik dengan
produk terbaru dari Draganfly Innovations
Inc., yakni Draganflyer X4 Unmanned Aerial
Vehicle. Ini sebuah mini platform yang bisa
diterbangkan ke udara dengan teknologi
komputerisasi, wireless video downlink dan
remote flight control.
Peranti tersebut berbentuk helikopter
elektrik seberat 680 gram dan memiliki
empat buah baling-baling. Ia mampu
melakukan take-off dan pendaratan vertikal,
dan dikategorikan sebagai Unmanned Aerial
Vehicle (UAV).
Kamera yang dibawa oleh helikopter
ini dapat menangkap gambar aerial
beresolusi tinggi dan membuahkan high-definition
video. Sudah pasti, kameranya
bisa dikendalikan dari jarak jauh. Sinyal
viewfinder kamera akan dipancarkan dari
helikopter secara nirkabel. Sinyal akan
diterima oleh video receiver yang menempel
pada controller yang Anda genggam.
Videonya juga bisa Anda lihat dengan
sebuah kacamata video.
Draganflyer X4 cocok untuk kebutuhan
survei, inspeksi industri, tinjauan militer,
fotografi aerial, real estate marketing
dan pengamatan di lokasi-lokasi yang
sulit terjangkau. Anda bisa mendapatkan
peranti yang ringan, ringkas, mudah
dibawa dan berukuran 77,5 cm ini mulai
September mendatang. Harga belum
ditentukan, namun Anda dapat melihat detil
informasinya di www.draganfly.com.
photographyblog.com, draganfly.com | cindy
|
|