Hunting Akbar di Jembatan
Suramadu
Sekitar 90 peserta turut serta dalam Suramadu Bridge Photo
Hunting, yang diselenggarakan oleh proyek Jembatan Nasional
Suramadu dan Komunitas Fotografer Surabaya. Hunting akbar
ini berlangsung 10 Mei lalu, di area pembangunan Jembatan
Suramadu sisi Madura, kaki jembatan, hingga sisi Surabaya.
Selain sebagai dokumentasi serta ajang pengenalan proyek,
hunting ini juga menjadi ajang pembelajaran pembangunan
jembatan bentang panjang.
Sejak dini hari hingga menjelang siang peserta berjalan
menyusuri jembatan yang masih dibangun ini, sambil
mengabadikan berbagai hal menarik yang mereka lihat.
Human interest, landscape, macro, serta model menjadi obyek
pemotretan mereka. Bahkan mereka sendiri pun tak luput
sebagai sasaran jepret. Hampir semua peserta mengabadikan
dirinya dengan latar jembatan Suramadu.
Acara yang membuka pendaftaran melalui forum Fotografer.
net ini terbilang cukup sukses. Setidaknya dilihat dari jumlah
peserta yang sesuai target serta kelancaran kegiatan. Tak
ada kendala kecuali cuaca mendung. Kekhawatiran panitia
terkait kebijakan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
tak jadi hambatan. Terbukti tidak terjadi kecelakaan selama
hunting berlangsung kendati lokasinya masih dalam tahap
pembangunan. nana
|
Seminar Gratis "Commercial Project"
oleh Ali Akbar
Sebuah seminar gratis berlatar
belakang berbagi ilmu, yang
nantinya akan dikemas dalam
suasana yang tidak begitu
formal dengan komunikasi dua
arah, akan diselenggarakan
oleh Creative Trees pada 30
Mei mendatang. Seminar ini
mengangkat tema kekinian
"Share a Thought" yang
akan dibawakan oleh Ali
Akbar, seorang art director
sekaligus fotografer ternama
di Indonesia dan dunia
internasional.
"Share a Thought" sudah
kali ketiga diadakan, setelah
sebelumnya dibawakan oleh
Irwan Ahmett dan Mayumi. Tujuannya kali ini adalah untuk
menambah wacana para peserta dalam bidang industri kreatif
dari sudut pandang seorang art director dan fotografer terhadap
suatu commercial project. Tempat pelaksanaannya di Oktagon
Gallery, 2nd floor, Jl. Gunung Sahari Raya no.50 A, Jakarta
Pusat, dari pukul lima hingga enam sore. Untuk informasi
selengkapnya, kunjungi creativetrees.com. Rizal Afif
|
Aksi Amal Anggota Bursa
Fotografer.net
Keinginan berbagi dengan sesama mendorong beberapa
anggota bursa Fotografer.net untuk mengunjungi panti asuhan
Tunas Bangsa, Cipayung, Jakarta. Kunjungan pada 10 Mei yang
dikoordinasi oleh Andrie Hidayanto dan Sri Sumaryanto ini tak
sekadar berbagi kasih sayang, tapi juga berbagi bantuan.
Dana yang disumbangkan ke panti asuhan berasal dari
penjualan kaos di bursa Fotografer.net. Dari setiap pembelian
satu buah kaos, Rp 25.000 disisihkan untuk kunjungan ini.
Dana sebesar Rp 1,9 juta berhasil terkumpul.
Meski banyak donatur yang terlibat, kunjungan ke panti asuhan
ini hanya diikuti beberapa orang saja. Kehadiran mereka cukup
menghibur penghuni panti yang sebagian besar masih balita.
Kurangnya kasih sayang membuat penghuni panti sangat
bersemangat ketika ada orang yang memperhatikan mereka.
Sumbangan berupa barang kebutuhan sehari-hari untuk balita
diserahkan kepada pengelola panti asuhan. Memang bantuan ini
tak begitu besar, tapi kunjungan mereka rupanya sangat berarti
besar bagi penghuni panti. Agaknya tak rela ditinggalkan,
beberapa anak menangis ketika rombongan bursa FN hendak
pulang. nana
|
Lagi, Penghargaan untuk Canon EOS
5D Mark II
Setelah dinobatkan sebagai
"Best Digital SLR Expert in
2009" oleh Technical Image
Press Association (TIPA) di
Eropa 1 Mei, pada 15 Mei
lalu, EOS 5D Mark II kembali
dinobatkan sebagai "Camera
of the Year" dalam Camera
Grand Prix 2009 oleh Canon
Inc. dan Canon Marketing
Japan Inc., yang disponsori
oleh Camera Journal
Press Club Japan (CJPC) - gabungan dari 13 penerbit
fotografi dan kamera.
Senada dengan TIPA, EOS 5D Mark II memenangkan Camera
Grand Prix karena fitur-fitur high-performance yang dimilikinya,
antara lain sensor CMOS 21,1-MP full-size, prosesor gambar
DIGIC 4 dan fungsi Live View-nya yang canggih, bersamaan
dengan hasil gambar kualitas tinggi dan kemudahan
penggunaannya. Dan sebagai tambahan, kamera ini adalah
kamera DSLR pertama yang mampu merekam video HD.
Camera Grand Prix sendiri, yang berdiri tahun 1984,
kepanitiannya terdiri dari para chief editor penerbitan - penerbitan
CJPC, pakar dari perguruan tinggi, penulis teknis,
fotografer profesional dan perwakilan dari beberapa organisasi
fotografi. canon.com | cindy
|
FBI Terbentuk
Pencinta fotografi di pulau Bangka kini punya wadah dengan
terbentuknya komunitas fotografi FBI (Fotografer Bangka
Island). Komunitas ini dibentuk 9 Mei 2009 dalam acara yang
dikemas dalam sebuah hunting foto, yang tentunya bertujuan
mempertemukan pencinta foto di seluruh pulau Bangka
sekaligus pembentukan komunitas ini.
Bertempat di Pantai Parai, Sungailiat, hunting diikuti 14 peserta
dan 2 model. Lokasi di pantai membuat peserta tak kehabisan
obyek. Tak hanya memotret model, mereka juga asyik
berburu landscape. Kehadiran dua artis ibukota, Nycta Gina
"jeng Kelin" dan Risty Tagor, yang kebetulan berada di lokasi
hunting, semakin memeriahkan kegiatan ini. Bagi peserta,
hunting perdana FBI ini sangat berkesan, dan diharapkan akan
berkelanjutan. nana
|
"Capturing People in Daily Life"
oleh KFS
Hunting dan workshop bertema "Fotografi Human Interest:
Capturing People in Daily Life" telah terselenggara 16-17 Mei.
Acara ini dikoordinasi oleh KFS (Komunitas Fotografi Semarang)
yang berminat menggali lebih dalam fotografi human interest.
Hunting foto digelar 16 Mei, berlokasi di kawasan kota lama
Semarang hingga pelabuhan. Aktivitas keseharian masyarakat
di sekitar daerah tersebut menjadi santapan mereka. Memotret
masyarakat umum bukanlah perkara mudah. Ada yang tak
keberatan, ada pula yang tersinggung dijadikan model dadakan.
Hal-hal semacam ini menjadi tantangan dalam fotografi human
interest.
Materi tentang fotografi human interest menjadi topik bahasan
workshop yang berlangsung sehari sesudahnya di Vina House,
Semarang. Gathot Subroto, salah satu anggota Fotografer.
net (www.fotografer.net), membagi ilmu dan pengalamannya
seputar memotret human interest. Hasil hunting hari
sebelumnya dibahas dalam sesi bedah foto. Workshop diikuti
sekitar 60 peserta. Priyadi Paripurnawan
|
Edisi Terbatas, Lumix DMC-TZ7
Warna Merah
Lumix DMC-TZ7 (DMC-ZS3)
warna hitam, silver dan cokelat
telah beredar di pasaran
sejak Januari lalu. Bulan ini,
Panasonic mengeluarkan seri
baru DMC-TZ7 warna merah
dalam jumlah terbatas, untuk
menemani para penggemar
warna tersebut mengisi waktu
liburan tengah tahun. Warna ini
dipilih berdasarkan penelitian
Panasonic yang dilakukan dalam skala internasional - warna
kamera saku apa yang paling diminati. Seperti ketiga warna
lainnya, DMC-TZ7 versi merah memiliki 12x optical zoom, bodi
trendi dengan lensa 22mm ultra wide angle, serta AVCHD Lite
motion picture recording.
photographyblog.com | cindy
|
Buku Panduan Nikon D700
Bagi pengguna kamera Nikon
D700, setelah membaca buku
manual, ada baiknya Anda
membaca buku ini. Mastering
the Nikon D700 bisa menjadi
teman belajar Anda. Buah
karya Darrel Young dan James
Johnson ini mengeksplorasi
fitur-fitur dan kemampuan
D700 secara rinci. Tiap bab
mengupas detil fitur dan
kemampuan D700 melalui
langkah-langkah penyesuaian
pengaturan menu lengkap
dengan ilustrasi dan penjelasan
logis masing-masing pilihan.
Dibanding buku manual, buku
ini menawarkan lebih banyak
informasi dan pengetahuan
profesional.
Beberapa topik yang dibahas adalah metering systems; auto
and manual mode; custom setting banks; histograms and
white balance settings; shooting menu banks; auto and custom
settings; picture controls and playback menus; set up, retouch
and my menus; Nikon creative lighting system dan lainnya. Tip
& trik dari penulis pun tersedia. Buku terbitan O'Reilly Media ini
dijual US$ 39,95. photographyblog.com | nana
|
|
 |
Tiga Sony Alpha Terbaru
 
Setelah ramai diisukan beberapa waktu
lalu, akhirnya kamera DSLR Sony Alpha
memperlihatkan wujudnya. Tak hanya
satu, Sony memperkenalkan tiga kamera
sekaligus, yakni A380, A330 dan A230.
Sony menjanjikan ketiga kamera ini mudah
dioperasikan, khususnya bagi pemula.
A230 yang beresolusi 10.2MP menjadi
kamera Alpha paling ringan; berat bodinya
kurang dari 0,5 kg. A330 yang beresolusi
10.2MP dan A380 yang beresolusi 14.2MP
juga menawarkan bodi yang ringan dan kecil
dibanding pendahulunya (A300 dan A350).
Kualitas gambar ketiganya dijamin oleh
sensor CCD APS-C dan BIONZ image
processing engine yang menjanjikan gambar
bening dengan noise rendah. Ketiganya
dilengkapi SteadyShot Inside in-camera
image stabilization untuk mengurangi
gambar kabur. A380 dan A330 dibekali
pula Quick Autofocus (AF) Live View yang
memungkinkan penempatan foto dalam layar
LCD serta optical viewfinder.
Ketiga kamera hadir dalam dua seri, yakni
seri L dan seri Y. Seri L dibekali lensa
zoom standar SAL-1855, sedangkan seri Y
dilengkapi dua lensa kit, lensa zoom standar
SAL-1855 dan lensa zoom telefoto SAL-
55200. A380, A330, A230 seri L masingmasing
dihargai US$ 850, US$ 650 dan US$
550. Seri Y A380 seharga US$ 1.050, A330
US$ 850, dan A230 US$ 750. Selain ketiga
kamera ini, Sony juga memperkenalkan
empat lensa baru, flash serta aksesori.
dcviews.com | nana
|
Berpameran & Beramal
 
Sepanjang siring sungai Martapura
Banjarmasin menjadi arena pameran foto
oleh SBPC (South Borneo Photography
Club), yang menampilkan 150 foto.
Pameran ini sengaja digelar untuk
mengumpulkan dana amal melalui
penjualan dan lelang foto selama kegiatan
berlangsung.
Foto-foto yang ditampilkan cukup beragam:
makro, landscape, human interest, still
life, hingga olah digital. Istimewanya lagi,
foto-foto tersebut disumbangkan secara
gratis oleh 65 fotografer yang terlibat dalam
pameran ini, sebagian besar anggota SBPC.
Tak heran acara ini mendapat dukungan
penuh dari pemerintah kota dan dinas
pariwisata. Pameran dibuka oleh walikota
Banjarmasin, H.M. Yudhi Wahyuni, pada
15 Mei lalu. Tanggapan pengunjung pun
tak kalah antusias, bahkan sampai sempat
menimbulkan kemacetan lalu lintas.
Dari sekian banyak foto yang dipamerkan,
foto-foto dengan obyek pasar terapung
menjadi foto yang paling banyak dibeli.
Pameran foto ini juga diramaikan dengan
kegiatan klinik fotografi dan pemotretan
model. Terbentur masalah perizinan,
pameran terpaksa ditutup 17 Mei, pukul 6
sore.
Selama tiga hari pameran (15-17 Mei
2009), SBPC berhasil menjual 27 foto.
Dari penjualan foto serta sumbangan
sukarela masyarakat terkumpul dana amal
sebesar Rp 30 juta. Dana ini nantinya
akan disumbangkan dalam bentuk uang
dan barang. Uang tunai rencananya akan
dibagikan untuk yayasan anak cacat,
sisanya akan digunakan untuk membantu
pendidikan anak-anak jalanan. nana
|
Pentax K-7 Diluncurkan
Pentax mengenalkan
kamera DSLR
teranyarnya, K-7,
yang membidik
kelas menengah.
Dibekali resolusi
14,6 MP dengan
desain yang ringan
dan ringkas, Pentax
K-7 menjanjikan
fungsi canggih dengan fitur yang mudah
dioperasikan. Terdapat perekam video yang
bisa merekam dalam beberapa ukuran yang
berbeda - 640 x 416 pixel, 1536 x 1024
pixel, atau 1280 x 720 pixel - dengan frame
rate 30 fps.
Continuous shooting mode
kamera ini mampu menangkap 40 gambar
(dalam format JPEG) dengan kecepatan
maksimal 5,2 gambar per detik. Pentax
K-7 akan tersedia Juli dengan harga US$
1.299,95, sedangkan Battery Grip D-BG4-
nya bisa dibeli secara terpisah seharga US$
229,95.
dpreview.com | nana
|
TPAS Kembali ke Belitung
 
The Photographers Adventure Series (TPAS)
kembali lagi ke Belitung setelah kunjungan
mereka Agustus tahun lalu. Hunting seri
kedelapan ini berlangsung 21-24 Mei 2009.
Selama empat hari, peserta puas menyusuri
keindahan pulau Belitung.
Kawasan Jembatan Kubu menjadi lokasi
pertama yang dikunjungi rombongan
setibanya di Belitung. Dari sini mereka
melanjutkan perjalanan ke Tanjung
Kelayang, Tanjung Tinggi (hunting Kawasan
barat), Kampung Nelayan Tanjung Binga,
Bukit Berahu, dan bermalam di Belitung
Timur.
Hari berikutnya, mereka mengunjungi
pantai Serdang Manggar, kawasan pantai
bukit batu, Burung Mandi, SD Laskar
Pelangi, serta Kawasan Tanjung Tinggi.
Peserta menghabiskan hari ketiga dengan
berlayar ke pulau Pasir, pulau Belayar, pulau
Haji, pulau Burung, dan pulau Lengkuas.
Lelah dengan jadwal yang padat, ke-22
peserta mengakhiri perjalanan mereka
di Tanjung Pandan pada hari keempat.
Setelah Belitung, rencananya TPAS akan
mengunjungi Thailand, Agustus mendatang. Ruby Cahyadi
|
Canon DSLR Remote
untuk iPhone & iPod
Touch
"Hei, menurutmu,
bagaimana kalau
ada sebuah aplikasi
iPhone yang bisa
kita pakai untuk
mengoperasikan
kamera kita?" Itulah
sebuah ide yang
terceletuk dari Dan
Harlacher, senior
product manager
onOne Software yang
kemudian menjadi
kenyataan.
Pada 25 Mei, onOne
Software mengirimkan
aplikasi tersebut kepada Apple, dan hasilnya,
terciptalah sebuah produk baru: onOne's
DSLR Remote. Untuk mengoperasikannya,
Anda membutuhkan iPhone atau iPod Touch,
kamera DSLR Canon EOS yang support,
komputer laptop atau desktop yang sudah
terinstal software DSLR Remote Server dan
kabel USB untuk menghubungkan Canon
EOS dengan komputer Anda. Firewire atau
Wireless File Transmitter milik Canon juga
bisa menggantikan kabel USB, sedangkan
iPhone atau iPod Touch akan terhubung
dengan aplikasi server melalui wireless
internet atau ad-hoc wifi network.
Yang dapat Anda lakukan kemudian
dengan remote ini adalah mengakses fitur - fitur
di dalam kamera, seperti shutter
(dengan fungsi mode on/off bulb), shutter
speed, aperture dan white balance. Untuk
sementara, pemfokusan dan perekaman
video belum dapat dilakukan. Jika Canon
EOS Anda mendukung Live View, Anda juga
dapat menggunakan iPhone atau iPod Touch
sebagai viewfinder.
Sebagai perkenalan, peranti ini akan
tersedia di iTunes App Store seharga US$
9,99, tapi nantinya akan dijual dengan harga
normal, yakni US$ 19,99. Juga tersedia versi
"Lite" (hanya untuk mengakses shutter)
seharga US$ 1,99. ononesoftware.com, imaging-resources.com | cindy
|
Mobil Kamera Jalankan
Misi Google
 
Beberapa hari terakhir ini, sebuah mobil
sedan empat pintu warna abu-abu rajin
menyusuri jalanan di kawasan Manhattan,
New York, AS. Yang unik dari mobil ini
adalah adanya kamera-kamera panoramik
360 derajat yang terpasang di atasnya,
dan memotret setiap bagian jalanan dan
bangunan.
Mobil ini sedang menjalankan misi Google
dalam menciptakan virtual streetscape
untuk Street View, sebuah fitur dalam
website Google Maps. Sebelumnya, mobil
ini terlihat berkeliling kota Brooklyn,
memotreti para pengendara sepeda, sopir
taksi, peminta-minta, karyawan FedEx dan
doorman.
Uniknya lagi, banyak fotografer yang
mengabadikan fenomena ini ke dalam foto-foto
snapshot mereka, yang kemudian di-upload
ke dalam blog atau Flickr. Banyak
orang berlomba-lomba untuk memotret
mobil unik ini, namun Google merahasiakan
rute perjalanannya.
Sewaktu beroperasi di New York, mereka
hanya memaparkan bahwa mobil yang telah
beroperasi sejak tahun 2006 ini sedang
berkeliling kota tersebut selama kurang
lebih sebulan, untuk meng-update Street
View yang selalu berubah tiap menitnya.
Selain itu, mereka juga merahasiakan
teknologi yang digunakan untuk pemotretan
di dalam mobil tersebut.
nytimes.com | cindy
|
|