26 Mei 2009
 

home | about us | exposure-magz

 
 

Hunting Akbar di Jembatan Suramadu

Sekitar 90 peserta turut serta dalam Suramadu Bridge Photo Hunting, yang diselenggarakan oleh proyek Jembatan Nasional Suramadu dan Komunitas Fotografer Surabaya. Hunting akbar ini berlangsung 10 Mei lalu, di area pembangunan Jembatan Suramadu sisi Madura, kaki jembatan, hingga sisi Surabaya. Selain sebagai dokumentasi serta ajang pengenalan proyek, hunting ini juga menjadi ajang pembelajaran pembangunan jembatan bentang panjang.

Sejak dini hari hingga menjelang siang peserta berjalan menyusuri jembatan yang masih dibangun ini, sambil mengabadikan berbagai hal menarik yang mereka lihat. Human interest, landscape, macro, serta model menjadi obyek pemotretan mereka. Bahkan mereka sendiri pun tak luput sebagai sasaran jepret. Hampir semua peserta mengabadikan dirinya dengan latar jembatan Suramadu.

Acara yang membuka pendaftaran melalui forum Fotografer. net ini terbilang cukup sukses. Setidaknya dilihat dari jumlah peserta yang sesuai target serta kelancaran kegiatan. Tak ada kendala kecuali cuaca mendung. Kekhawatiran panitia terkait kebijakan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) tak jadi hambatan. Terbukti tidak terjadi kecelakaan selama hunting berlangsung kendati lokasinya masih dalam tahap pembangunan. nana

 

Seminar Gratis "Commercial Project" oleh Ali Akbar

Sebuah seminar gratis berlatar belakang berbagi ilmu, yang nantinya akan dikemas dalam suasana yang tidak begitu formal dengan komunikasi dua arah, akan diselenggarakan oleh Creative Trees pada 30 Mei mendatang. Seminar ini mengangkat tema kekinian "Share a Thought" yang akan dibawakan oleh Ali Akbar, seorang art director sekaligus fotografer ternama di Indonesia dan dunia internasional.

"Share a Thought" sudah kali ketiga diadakan, setelah sebelumnya dibawakan oleh Irwan Ahmett dan Mayumi. Tujuannya kali ini adalah untuk menambah wacana para peserta dalam bidang industri kreatif dari sudut pandang seorang art director dan fotografer terhadap suatu commercial project. Tempat pelaksanaannya di Oktagon Gallery, 2nd floor, Jl. Gunung Sahari Raya no.50 A, Jakarta Pusat, dari pukul lima hingga enam sore. Untuk informasi selengkapnya, kunjungi creativetrees.com. Rizal Afif

 
 

Aksi Amal Anggota Bursa Fotografer.net

Keinginan berbagi dengan sesama mendorong beberapa anggota bursa Fotografer.net untuk mengunjungi panti asuhan Tunas Bangsa, Cipayung, Jakarta. Kunjungan pada 10 Mei yang dikoordinasi oleh Andrie Hidayanto dan Sri Sumaryanto ini tak sekadar berbagi kasih sayang, tapi juga berbagi bantuan.

Dana yang disumbangkan ke panti asuhan berasal dari penjualan kaos di bursa Fotografer.net. Dari setiap pembelian satu buah kaos, Rp 25.000 disisihkan untuk kunjungan ini. Dana sebesar Rp 1,9 juta berhasil terkumpul.

Meski banyak donatur yang terlibat, kunjungan ke panti asuhan ini hanya diikuti beberapa orang saja. Kehadiran mereka cukup menghibur penghuni panti yang sebagian besar masih balita. Kurangnya kasih sayang membuat penghuni panti sangat bersemangat ketika ada orang yang memperhatikan mereka.

Sumbangan berupa barang kebutuhan sehari-hari untuk balita diserahkan kepada pengelola panti asuhan. Memang bantuan ini tak begitu besar, tapi kunjungan mereka rupanya sangat berarti besar bagi penghuni panti. Agaknya tak rela ditinggalkan, beberapa anak menangis ketika rombongan bursa FN hendak pulang. nana

 

Lagi, Penghargaan untuk Canon EOS 5D Mark II

Setelah dinobatkan sebagai "Best Digital SLR Expert in 2009" oleh Technical Image Press Association (TIPA) di Eropa 1 Mei, pada 15 Mei lalu, EOS 5D Mark II kembali dinobatkan sebagai "Camera of the Year" dalam Camera Grand Prix 2009 oleh Canon Inc. dan Canon Marketing Japan Inc., yang disponsori oleh Camera Journal Press Club Japan (CJPC) - gabungan dari 13 penerbit fotografi dan kamera.

Senada dengan TIPA, EOS 5D Mark II memenangkan Camera Grand Prix karena fitur-fitur high-performance yang dimilikinya, antara lain sensor CMOS 21,1-MP full-size, prosesor gambar DIGIC 4 dan fungsi Live View-nya yang canggih, bersamaan dengan hasil gambar kualitas tinggi dan kemudahan penggunaannya. Dan sebagai tambahan, kamera ini adalah kamera DSLR pertama yang mampu merekam video HD.

Camera Grand Prix sendiri, yang berdiri tahun 1984, kepanitiannya terdiri dari para chief editor penerbitan - penerbitan CJPC, pakar dari perguruan tinggi, penulis teknis, fotografer profesional dan perwakilan dari beberapa organisasi fotografi. canon.com | cindy

 
 

FBI Terbentuk

Pencinta fotografi di pulau Bangka kini punya wadah dengan terbentuknya komunitas fotografi FBI (Fotografer Bangka Island). Komunitas ini dibentuk 9 Mei 2009 dalam acara yang dikemas dalam sebuah hunting foto, yang tentunya bertujuan mempertemukan pencinta foto di seluruh pulau Bangka sekaligus pembentukan komunitas ini.

Bertempat di Pantai Parai, Sungailiat, hunting diikuti 14 peserta dan 2 model. Lokasi di pantai membuat peserta tak kehabisan obyek. Tak hanya memotret model, mereka juga asyik berburu landscape. Kehadiran dua artis ibukota, Nycta Gina "jeng Kelin" dan Risty Tagor, yang kebetulan berada di lokasi hunting, semakin memeriahkan kegiatan ini. Bagi peserta, hunting perdana FBI ini sangat berkesan, dan diharapkan akan berkelanjutan. nana

 
 

"Capturing People in Daily Life" oleh KFS

Hunting dan workshop bertema "Fotografi Human Interest: Capturing People in Daily Life" telah terselenggara 16-17 Mei. Acara ini dikoordinasi oleh KFS (Komunitas Fotografi Semarang) yang berminat menggali lebih dalam fotografi human interest.

Hunting foto digelar 16 Mei, berlokasi di kawasan kota lama Semarang hingga pelabuhan. Aktivitas keseharian masyarakat di sekitar daerah tersebut menjadi santapan mereka. Memotret masyarakat umum bukanlah perkara mudah. Ada yang tak keberatan, ada pula yang tersinggung dijadikan model dadakan. Hal-hal semacam ini menjadi tantangan dalam fotografi human interest.

Materi tentang fotografi human interest menjadi topik bahasan workshop yang berlangsung sehari sesudahnya di Vina House, Semarang. Gathot Subroto, salah satu anggota Fotografer. net (www.fotografer.net), membagi ilmu dan pengalamannya seputar memotret human interest. Hasil hunting hari sebelumnya dibahas dalam sesi bedah foto. Workshop diikuti sekitar 60 peserta. Priyadi Paripurnawan

 

Edisi Terbatas, Lumix DMC-TZ7 Warna Merah

Lumix DMC-TZ7 (DMC-ZS3) warna hitam, silver dan cokelat telah beredar di pasaran sejak Januari lalu. Bulan ini, Panasonic mengeluarkan seri baru DMC-TZ7 warna merah dalam jumlah terbatas, untuk menemani para penggemar warna tersebut mengisi waktu liburan tengah tahun. Warna ini dipilih berdasarkan penelitian Panasonic yang dilakukan dalam skala internasional - warna kamera saku apa yang paling diminati. Seperti ketiga warna lainnya, DMC-TZ7 versi merah memiliki 12x optical zoom, bodi trendi dengan lensa 22mm ultra wide angle, serta AVCHD Lite motion picture recording.
photographyblog.com | cindy

   

Buku Panduan Nikon D700

Bagi pengguna kamera Nikon D700, setelah membaca buku manual, ada baiknya Anda membaca buku ini. Mastering the Nikon D700 bisa menjadi teman belajar Anda. Buah karya Darrel Young dan James Johnson ini mengeksplorasi fitur-fitur dan kemampuan D700 secara rinci. Tiap bab mengupas detil fitur dan kemampuan D700 melalui langkah-langkah penyesuaian pengaturan menu lengkap dengan ilustrasi dan penjelasan logis masing-masing pilihan. Dibanding buku manual, buku ini menawarkan lebih banyak informasi dan pengetahuan profesional.

Beberapa topik yang dibahas adalah metering systems; auto and manual mode; custom setting banks; histograms and white balance settings; shooting menu banks; auto and custom settings; picture controls and playback menus; set up, retouch and my menus; Nikon creative lighting system dan lainnya. Tip & trik dari penulis pun tersedia. Buku terbitan O'Reilly Media ini dijual US$ 39,95. photographyblog.com | nana

 

Tiga Sony Alpha Terbaru



Setelah ramai diisukan beberapa waktu lalu, akhirnya kamera DSLR Sony Alpha memperlihatkan wujudnya. Tak hanya satu, Sony memperkenalkan tiga kamera sekaligus, yakni A380, A330 dan A230. Sony menjanjikan ketiga kamera ini mudah dioperasikan, khususnya bagi pemula.

A230 yang beresolusi 10.2MP menjadi kamera Alpha paling ringan; berat bodinya kurang dari 0,5 kg. A330 yang beresolusi 10.2MP dan A380 yang beresolusi 14.2MP juga menawarkan bodi yang ringan dan kecil dibanding pendahulunya (A300 dan A350).

Kualitas gambar ketiganya dijamin oleh sensor CCD APS-C dan BIONZ image processing engine yang menjanjikan gambar bening dengan noise rendah. Ketiganya dilengkapi SteadyShot Inside in-camera image stabilization untuk mengurangi gambar kabur. A380 dan A330 dibekali pula Quick Autofocus (AF) Live View yang memungkinkan penempatan foto dalam layar LCD serta optical viewfinder.

Ketiga kamera hadir dalam dua seri, yakni seri L dan seri Y. Seri L dibekali lensa zoom standar SAL-1855, sedangkan seri Y dilengkapi dua lensa kit, lensa zoom standar SAL-1855 dan lensa zoom telefoto SAL- 55200. A380, A330, A230 seri L masingmasing dihargai US$ 850, US$ 650 dan US$ 550. Seri Y A380 seharga US$ 1.050, A330 US$ 850, dan A230 US$ 750. Selain ketiga kamera ini, Sony juga memperkenalkan empat lensa baru, flash serta aksesori.
dcviews.com | nana


Berpameran & Beramal



Sepanjang siring sungai Martapura Banjarmasin menjadi arena pameran foto oleh SBPC (South Borneo Photography Club), yang menampilkan 150 foto. Pameran ini sengaja digelar untuk mengumpulkan dana amal melalui penjualan dan lelang foto selama kegiatan berlangsung.

Foto-foto yang ditampilkan cukup beragam: makro, landscape, human interest, still life, hingga olah digital. Istimewanya lagi, foto-foto tersebut disumbangkan secara gratis oleh 65 fotografer yang terlibat dalam pameran ini, sebagian besar anggota SBPC.

Tak heran acara ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah kota dan dinas pariwisata. Pameran dibuka oleh walikota Banjarmasin, H.M. Yudhi Wahyuni, pada 15 Mei lalu. Tanggapan pengunjung pun tak kalah antusias, bahkan sampai sempat menimbulkan kemacetan lalu lintas.

Dari sekian banyak foto yang dipamerkan, foto-foto dengan obyek pasar terapung menjadi foto yang paling banyak dibeli. Pameran foto ini juga diramaikan dengan kegiatan klinik fotografi dan pemotretan model. Terbentur masalah perizinan, pameran terpaksa ditutup 17 Mei, pukul 6 sore.

Selama tiga hari pameran (15-17 Mei 2009), SBPC berhasil menjual 27 foto. Dari penjualan foto serta sumbangan sukarela masyarakat terkumpul dana amal sebesar Rp 30 juta. Dana ini nantinya akan disumbangkan dalam bentuk uang dan barang. Uang tunai rencananya akan dibagikan untuk yayasan anak cacat, sisanya akan digunakan untuk membantu pendidikan anak-anak jalanan. nana


Pentax K-7 Diluncurkan


Pentax mengenalkan kamera DSLR teranyarnya, K-7, yang membidik kelas menengah. Dibekali resolusi 14,6 MP dengan desain yang ringan dan ringkas, Pentax K-7 menjanjikan fungsi canggih dengan fitur yang mudah dioperasikan. Terdapat perekam video yang bisa merekam dalam beberapa ukuran yang berbeda - 640 x 416 pixel, 1536 x 1024 pixel, atau 1280 x 720 pixel - dengan frame rate 30 fps.

Continuous shooting mode kamera ini mampu menangkap 40 gambar (dalam format JPEG) dengan kecepatan maksimal 5,2 gambar per detik. Pentax K-7 akan tersedia Juli dengan harga US$ 1.299,95, sedangkan Battery Grip D-BG4- nya bisa dibeli secara terpisah seharga US$ 229,95.
dpreview.com | nana


TPAS Kembali ke Belitung



The Photographers Adventure Series (TPAS) kembali lagi ke Belitung setelah kunjungan mereka Agustus tahun lalu. Hunting seri kedelapan ini berlangsung 21-24 Mei 2009. Selama empat hari, peserta puas menyusuri keindahan pulau Belitung.

Kawasan Jembatan Kubu menjadi lokasi pertama yang dikunjungi rombongan setibanya di Belitung. Dari sini mereka melanjutkan perjalanan ke Tanjung Kelayang, Tanjung Tinggi (hunting Kawasan barat), Kampung Nelayan Tanjung Binga, Bukit Berahu, dan bermalam di Belitung Timur.

Hari berikutnya, mereka mengunjungi pantai Serdang Manggar, kawasan pantai bukit batu, Burung Mandi, SD Laskar Pelangi, serta Kawasan Tanjung Tinggi. Peserta menghabiskan hari ketiga dengan berlayar ke pulau Pasir, pulau Belayar, pulau Haji, pulau Burung, dan pulau Lengkuas.

Lelah dengan jadwal yang padat, ke-22 peserta mengakhiri perjalanan mereka di Tanjung Pandan pada hari keempat. Setelah Belitung, rencananya TPAS akan mengunjungi Thailand, Agustus mendatang. Ruby Cahyadi

 

Canon DSLR Remote untuk iPhone & iPod Touch


"Hei, menurutmu, bagaimana kalau ada sebuah aplikasi iPhone yang bisa kita pakai untuk mengoperasikan kamera kita?" Itulah sebuah ide yang terceletuk dari Dan Harlacher, senior product manager onOne Software yang kemudian menjadi kenyataan.

Pada 25 Mei, onOne Software mengirimkan aplikasi tersebut kepada Apple, dan hasilnya, terciptalah sebuah produk baru: onOne's DSLR Remote. Untuk mengoperasikannya, Anda membutuhkan iPhone atau iPod Touch, kamera DSLR Canon EOS yang support, komputer laptop atau desktop yang sudah terinstal software DSLR Remote Server dan kabel USB untuk menghubungkan Canon EOS dengan komputer Anda. Firewire atau Wireless File Transmitter milik Canon juga bisa menggantikan kabel USB, sedangkan iPhone atau iPod Touch akan terhubung dengan aplikasi server melalui wireless internet atau ad-hoc wifi network.

Yang dapat Anda lakukan kemudian dengan remote ini adalah mengakses fitur - fitur di dalam kamera, seperti shutter (dengan fungsi mode on/off bulb), shutter speed, aperture dan white balance. Untuk sementara, pemfokusan dan perekaman video belum dapat dilakukan. Jika Canon EOS Anda mendukung Live View, Anda juga dapat menggunakan iPhone atau iPod Touch sebagai viewfinder.

Sebagai perkenalan, peranti ini akan tersedia di iTunes App Store seharga US$ 9,99, tapi nantinya akan dijual dengan harga normal, yakni US$ 19,99. Juga tersedia versi "Lite" (hanya untuk mengakses shutter) seharga US$ 1,99. ononesoftware.com, imaging-resources.com | cindy

 

Mobil Kamera Jalankan Misi Google



Beberapa hari terakhir ini, sebuah mobil sedan empat pintu warna abu-abu rajin menyusuri jalanan di kawasan Manhattan, New York, AS. Yang unik dari mobil ini adalah adanya kamera-kamera panoramik 360 derajat yang terpasang di atasnya, dan memotret setiap bagian jalanan dan bangunan.

Mobil ini sedang menjalankan misi Google dalam menciptakan virtual streetscape untuk Street View, sebuah fitur dalam website Google Maps. Sebelumnya, mobil ini terlihat berkeliling kota Brooklyn, memotreti para pengendara sepeda, sopir taksi, peminta-minta, karyawan FedEx dan doorman.

Uniknya lagi, banyak fotografer yang mengabadikan fenomena ini ke dalam foto-foto snapshot mereka, yang kemudian di-upload ke dalam blog atau Flickr. Banyak orang berlomba-lomba untuk memotret mobil unik ini, namun Google merahasiakan rute perjalanannya.

Sewaktu beroperasi di New York, mereka hanya memaparkan bahwa mobil yang telah beroperasi sejak tahun 2006 ini sedang berkeliling kota tersebut selama kurang lebih sebulan, untuk meng-update Street View yang selalu berubah tiap menitnya. Selain itu, mereka juga merahasiakan teknologi yang digunakan untuk pemotretan di dalam mobil tersebut.
nytimes.com | cindy

 
 

E-mail Redaksi : editor@exposure-magz.com | E-mail Iklan : marketing@exposure-magz.com

Exposure terbuka terhadap saran dan komentar, yang bisa disampaikan melalui

email ke : editor@exposure-magz.com