31 Maret 2009
 

home | about us | exposure-magz

 

"The Humanity Photo Awards 2009" oleh CFPA dan UNESCO

CFPA (The China Folklore Photographic Association) dan UNESCO (The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) mengadakan "The Humanity Photo Awards 2009."

Untuk berpartisipasi, Anda perlu terlebih dahulu mengeksplorasi budaya-budaya warisan yang sedang terancam, dengan sebuah media fotografi. Budaya ini bisa melibatkan bangsa manapun, dan Anda diminta untuk merekam, menyebarkan dan membagi perubahan serta evolusi berbagai warisan budaya-budaya tersebut, dalam bentuk yang orisinal dan jelas.

Batas pengiriman karya pada awalnya adalah 15 April, tapi kemudian diperpanjang hingga 25 Mei 2009. Pada pertengahan Agustus nanti, nominasi pemenang akan diumumkan. Pada 14 dan 15 September, pemenang dari keenam kategori akan diumumkan, yakni Portrait and Costume; Architecture; Living and Production Custom; Festivities; Education, Recreation, Sports and Technology; juga Traditional Rites. Setelah itu, pada 16 September, penghargaan akan diberikan kepada para pemenang.

Ada tiga buah penghargaan yang bisa Anda perebutkan dengan seluruh competitor dari seluruh dunia, yakni Humanity Photo Grand Awards (satu untuk tiap kategori), Humanity Photo Documentary Awards (60 buah) dan Humanity Photo Nomination Awards (100 buah). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs resmi CFPA (www.china-fpa.org). cindy

 
 

Kucing Kampung Dalam Bidikan Lensa

Siapa sangka kucing kampung yang identik dengan kotor dan dekil bisa tampil menawan dalam bidikan lensa? Tak percaya, tengok saja pameran fotografi "Felis the Cat" yang berlangsung di Galeri Seruling Bambu, Petra Togamas Surabaya. Pameran yang diadakan 16-31 Maret 2009 ini menampilkan 30 foto kucing kampung dalam beragam perilaku dan ekspresinya. Foto-foto tersebut diabadikan oleh Romo Yohannes Gani Sukarsono, CM dan B.G. Fabiola Natasha, serta dikurasi oleh Mamuk Ismuntoro, editor foto harian Surabaya Post.

Pemilihan kucing kampung sebagai obyek foto bukannya tanpa alasan. Pameran memang sengaja digelar untuk meningkatkan derajat kucing kampung. Bukan sosok kucing kampung kumuh yang ingin ditampilkan, melainkan kucing kampung yang lucu dan menarik dalam keseharian mereka. Yang tak kalah menarik, semua pengambilan gambar dilakukan secara candid, tanpa pengarah gaya. Semuanya serba alami. Tak heran selama proses pemotretan, kedua fotografer cukup diuji kesabarannya menghadapi tingkah polah kucingkucing tersebut. Pameran ini telah dibuka 14 Maret lalu. Acara pembukaan diramaikan talkshow dengan pembicara drh. Eka Andriyan - pemilik Sehat Klinik Hewan serta pendiri AIDC (Association of Indonesian Domestic Cats) - yang membahas tentang kucing, dan Mamuk Ismuntoro yang membahas sisi fotografinya. Pameran foto dengan tema unik seperti ini bisa jadi alternatif untuk mereka yang jenuh dengan pameran foto bertema serius. nana

 

Canon EOS 500D Siap Bersaing

Setelah Canon 1000D meluncur tahun lalu, kini giliran 500D unjuk gigi. Kamera DSLR seri teranyar Canon ini bersenjatakan sensor 15.1MP APS-C CMOS, sensitivitas ISO 100-3200 (yang bisa dinaikkan setara 12800), prosesor DIGIC 4 untuk mengurangi noise, kecepatan continuous shooting 3,4 fps, serta layar LCD 3 inci.

Istimewanya, 500D dibekali kemampuan merekam video HD dalam 1080p dengan kecepatan 20 fps, hasilnya bisa dinikmati di semua HDTV melalui koneksi HDMI. Kamera ini juga kompatibel dengan lensa Canon EF dan EF-S serta Speedlite seri EX.

EOS 500D yang berdimensi 12,9 × 9,8 × 6,2 cm ini akan hadir Mei 2009 dengan harga body-only US$ 799,99. Versi kit dengan lensa Canon EF-S18-55mm f/3.5-5.6 IS dipatok US$ 899,99. Harga yang tak terlalu mahal untuk DSLR yang bisa merekam video HD. dpreview.com, dcviews.com | nana

 

Mamiya DL33, Kamera Medium Format Beresolusi 33 MP

Mamiya DL33 merupakan kamera medium format terbaru yang menawarkan fitur dan keuntungan profesional. Meski beresolusi 33 MP, sensornya memiliki ukuran piksel 7.2 micron. Dengan ukuran 36 x 48mm, sensor DL33 berukuran dua kali lebih besar dari ukuran kamera DSLR full frame. Piksel yang lebih besar menciptakan gambar yang kaya, berwarna, halus, dan transisi tone yang lembut, serta highlight yang mencolok dan bayangan yang detil. Format yang lebih lebar ini juga menghasilkan gambar yang lebih terlihat tiga dimensi. Dibekali pula touch screen 3,5 inci yang menawarkan display berkontras tinggi - cocok untuk kegiatan outdoor atau indoor.

DL33 memadukan sistem kamera Mamiya 645AFD III dengan inovasi 33 megapixel Aptus-II 7 Digital Back dari Leaf. Bodi 645AFD III memiliki motor yang lebih cepat dan lebih akurat untuk fokus auto serta sistem penghubung yang mempermudah komunikasi antara kamera, lensa dan bagian belakang. DL33 memiliki tangkapan 16-bit, rentang dinamik 12-stop, dan ISO 50-800. Kamera ini menghasilkan file RAW 67 MB yang bisa diubah ke format jpeg, tiff 8-bit atau 16-bit (file tiff 16-bit sama dengan 190 MB). Dilengkapi pula dengan software Leaf Capture 11.2 yang berfungsi untuk mengedit gambar secara langsung dari layar. Mamiya DL33 akan hadir April ini dengan harga US$ 19.999. Pembelian selama April-Mei mendapat lensa AF 55mm f2.8 atau AF 150mm f3.5 langsung dari Mamiya. photographyblog.com | nana

 

Kalibrasi Warna dengan LaCie

Seringkali kita direpotkan dengan perbedaan warna pada layar dan hasil cetakan. LaCie meluncurkan LaCie blue eye pro Proof, 24 Maret lalu, untuk memberi kemudahan mengalibrasikan warna dengan sekali klik.

Anda dapat mengatur setelan colorimetric target, seperti Whitepoint, Gamma, Brightness dan Blackpoint. Software peranti ini kemudian akan secara otomatis mengalibrasi layar - menghasilkan dan mengaktifkan reproduksi warna yang konsisten. Penyetelan hardware kemudian akan disesuaikan dengan profil kalibrasi yang telah disimpan, sehingga Anda tidak perlu mengalibrasi ulang ketika hendak mencetak. Peranti ini bisa digunakan pada ColorSync, Photoshop, Lightroom, Illustrator, InDesign, QuarkXPress dan Aperture, dengan harga eceran US$ 429,99. lacie.com | cindy

   

Evolusi Kibor dan Mouse

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan pen tablet - sebuah pulpen dan papan tulis digital sebagai pengganti kibor dan mouse. Wacom melakukan evolusi pada Intuous3 dengan mengeluarkan Intuous4 pada 25 Maret lalu. Pulpennya (pen) didisain dengan 2048 level sensitivitas tekanan, resolusi 2001 pmm, deteksi lengkungan hingga 60 derajat dan berat satu gram. Aspect ratio papan tulisnya (tablet) disesuaikan dengan ukuran layar-layar terbaru, termasuk Cinema Displays milik Apple, yakni 16:10. Ukurannya 1 cm lebih besar ketimbang MacBook Pro 15 inci, permukaan aktifnya 22 x 14 cm dan tebalnya 1,4 cm.

Tablet dilengkapi Express Keys (shift, command, option, pan/scroll), shortcut (web dan email), tombol Command (cut, copy, paste, save, undo) dan Touch Ring (untuk zoom, scrool, berpindah layer Photoshop, mengganti ukuran brush, memutar kanvas); kesemuanya dioperasikan hanya dengan ujung jari Anda. Intuous4 tablet pen bisa dimiliki dengan merogoh kocek £ 330. wacom.eu | cindy

   

Reflektor Viewfinder dan Layar LCD

Sesuai namanya, Flipbac 3" Angle Viewfinder and LCD Screen Protector adalah peranti yang bisa dipasang di viewfinder dan layar LCD kamera, sebagai reflektor sekaligus pelindung. Reflektor ini bisa Anda buka hingga lebih dari 180 derajat, baik posisi landscape maupun portrait. Dilengkapi engsel tahan karat, Anda tidak perlu memeganginya ketika sedang menggunakannya. Ketika sedang tidak digunakan, dia berfungsi sebagai pelindung. Kaca reflektornya pun bening; menampilkan gambar dengan sempurna. Memiliki berat 20 gram dan dijual seharga US$ 19,99, Flipbac 3" cocok untuk kamera saku dan DSLR berlayar 67 x 52 mm. adorama.com | cindy

 

Lomba Foto "31 Billboard KRMT Roy Suryo"


Jelang pemilu 9 April mendatang, berbagai berita kampanye partai bertebaran di media massa. Bahkan jauh sebelumnya, bendera/spanduk partai serta poster-poster para caleg juga sudah bertebaran di jalan-jalan.

Masih dalam kaitan pemilu pula, sebuah lomba foto bertajuk "31 Billboard KRMT Roy Suryo" diselenggarakan untuk menyemarakkan kampanye KRMT Roy Suryo Notodiprojo, salah seorang caleg dari Yogyakarta yang juga dikenal sebagai pakar telematika. Lomba terbuka untuk segala usia dan kelompok masyarakat, termasuk wartawan dan profesional, dari 31 Maret hingga 3 April 2009.

Lokasi billboard resmi (berukuran minimal 4 x 6 m) bisa dijumpai di lima wilayah DIY, mulai dari Wates, Wonosari, Beran, Jogja, hingga Bantul. Ketepatan lokasi, kebenaran obyek dan kualitas foto, adalah tiga kriteria penilaian yang menjadi pertimbangan juri tunggal – Roy Suryo.

Pemenang lomba akan diumumkan pada 4 April. Komputer laptop, gadget dan MP3 player menanti para juara posisi pertama hingga ketiga. cindy


Minangkabau Photographers Resmi Terbentuk


Satu lagi komunitas fotografi lahir setelah pencinta fotografi Sumatera Barat secara resmi mendirikan Minangkabau Photographers, 3 Maret lalu. Komunitas ini diharapkan bisa menampung pencinta fotografi di Sumatera Barat.

Selain mempererat silaturahmi antarfotografer, komunitas ini juga memiliki misi memasyarakatkan fotografi dan meningkatkan kemampuan fotografi sesama anggota Minangkabau Photographers. Komunitas yang beranggotakan lebih dari 20 orang ini telah mengagendakan kegiatan rutin berupa workshop, hunting dan pameran foto.

Bersamaan dengan kelahirannya, dibentuk pula kepengurusan komunitas ini. Posisi ketua dipercayakan pada Rudi Gusteno, Muhammad Fadli sebagai wakil ketua, Muhammad Yunus sebagai sekretaris, Novendra BN sebagai bendahara. Rafi Rj. Tanjung sebagai humas, Jimmy Fransicus di bidang kegiatan, dan Jeffry Wongso di bidang litbang. Muhammad Fadli


Workshop Pengenalan Dasar Fotografi oleh KFS


Tak kurang dari 100 peserta turut serta dalam workshop fotografi yang diadakan oleh KFS (Komunitas Fotografer Semarang), 15 Maret silam. Workshop semacam ini bukanlah hal baru bagi KFS.

Komunitas ini sudah sering mengadakan workshop dengan tujuan memperdalam pengetahuan fotografi. Stephanus Hannie, salah satu anggota Fotografer.net, hadir sebagai pembicara dalam workshop yang mengulas tentang digitalizing, filter, serta supporting gear.

Workshop yang digelar di Vina House, Semarang, ini terbuka untuk umum. Cukup banyak peserta yang bukan anggota KFS termasuk peserta dari luar Semarang. Mereka mengaku workshop pengenalan dasar fotografi ini bermanfaat bagi mereka, khususnya yang bukan dari kalangan profesional. nana

 

BEx Gelar Hunting Merak-Bakauheni


Banyak tempat tak terduga yang bisa dijadikan target hunting foto. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Banten Exposure (BEx).

Pada 15 Maret lalu, BEx menjadikan kapal tujuan Merak-Bakauheni sebagai tempat hunting. Setelah berkumpul pukul 11.30 dan membeli tiket seharga Rp 10.000, kapal mulai berlayar pukul 13.30.

Perjalanan laut selama 2,5 jam mereka gunakan untuk mengeksplorasi kapal dan pemandangan sekitarnya. Sebanyak 24 orang awak BEx dengan antusias memotret lanskap laut dan pulau, pernak-pernik kapal, kegiatan-kegiatan para penumpang dan pedagang asongan, juga pastinya keluarga besar BEx. Fery Ferdianto


Samsung NX Series, Kinerja DSLR dalam Kamera Saku

Kinerja DSLR dalam bodi kamera saku? Dua hal inilah yang dijanjikan sistem "hybrid digital camera" terbaru dari Samsung.

Ibarat mencangkok tanaman, sistem hybrid digital camera berusaha memadukan dua bibit unggul yakni kinerja serta kualitas gambar DSLR dengan kepraktisan kamera saku dalam satu alat, NX Series. Penggantian mirror box dan optical viewfinder SLR dengan electronic viewfinder dalam sistem ini mampu menghasilkan desain bodi dan lensa yang kecil dan ringan.

Seperti DSLR konvensional, NX Series menggunakan sensor gambar APS-C yang menciptakan area permukaan lebih lebar, untuk mengumpulkan cahaya dan menghasilkan kualitas gambar lebih tinggi dari sistem kamera digital yang setara.

Pemakaian Electronic Viewfinder (EVF) mengurangi ukuran dan berat melalui pengurangan jarak antara lensa dan sensor gambar (flange back) sekitar 40% dibanding DSLR konvensional. Tak hanya itu, pemakaian EVF juga memberi keuntungan bagi pemakai, karena memungkinkan penggunaan Live View untuk menempatkan bidikan mereka dalam layar beresolusi tinggi.

Menilik perkenalannya, kamera ini cukup menjanjikan. Sayangnya, hingga kini belum ada informasi lebih detil mengenai spesifikasi, fitur-fitur, serta harga yang ditawarkan. Namun dipastikan model pertama NX Series akan hadir pertengahan tahun ini. dpreview.com | nana

 

Charger Portabel Ber-USB

Masih hobi traveling bersama baterai AA atau AAA Anda? Tak perlu cemas bila baterai habis di jalan, sedangkan obyek foto masih banyak yang menunggu untuk dipotret. Brunton Solo BattPack Portable Power AA/ AAA Battery Charger akan menemani dan memberi solusi.

Charger ini memiliki output USB yang bisa disambungkan dengan alat elektronik, supaya tetap dapat menyala ketika - di waktu yang bersamaan - baterai sedang diisi ulang.

Spesifikasinya adalah power 5,5 volt, dimensi 7,6 x 12,7 x 3,2 cm dan berat 187 gram. Dilengkapi penunjuk level digital untuk tiap baterai, tombol refresh untuk mengosongkan baterai sebelum diisi ulang, dan bonus dua buah baterai AA serta AAA, charger ini dijual dengan harga US$ 42,95. adorama.com | cindy

 

Sony Cyber-shot DSC-HX1 dengan Sensor Exmor CMOS

April ini, giliran Sony Cyber-shot DSC-HX1 meluncur ke pasaran. Kamera beresolusi 9.1 MP ini menjadi kamera Cyber-shot pertama yang berfitur teknologi sensor Exmor CMOS, serta dibekali continuous high-speed shooting hingga 10 frame per detik (fps) dalam resolusi penuh.

Masih ada lensa G dengan zoom optik 20× yang mencakup focal length setara 28-560 mm, dengan bukaan maksimal f/2.8 hingga f/5.2. Lensa G dalam kamera ini dikembangkan dari DSLR Sony Alpha dan mempertemukan elemen aspherical dengan ED (extra-low dispersion).

Fitur lain yang terdapat dalam kamera ini di antaranya Intelligen Auto Mode, Intelligent Scene Recognition (iSCN), Optical SteadyShot, dan teknologi Deteksi Wajah. Terdapat pula tombol Digital SLRstyle Custom dengan pengaturan Smile Shutter, penyesuaian White Balance serta metering mode.

HX1 juga menjadi kamera Sony pertama yang bisa merekam gambar bergerak 1080/30p dalam 30 fps. Harga kamera ini sekitar US$ 1.099. dpreview.com | nana

 

E-mail Redaksi : editor@exposure-magz.com | E-mail Iklan : marketing@exposure-magz.com

Exposure terbuka terhadap saran dan komentar, yang bisa disampaikan melalui

email ke : editor@exposure-magz.com