"The Humanity Photo Awards 2009"
oleh CFPA dan UNESCO
CFPA (The
China Folklore
Photographic
Association) dan
UNESCO (The United
Nations Educational,
Scientific
and Cultural
Organization)
mengadakan "The
Humanity Photo
Awards 2009."
Untuk
berpartisipasi, Anda
perlu terlebih dahulu
mengeksplorasi
budaya-budaya
warisan yang sedang
terancam, dengan
sebuah media
fotografi. Budaya
ini bisa melibatkan
bangsa manapun,
dan Anda diminta
untuk merekam, menyebarkan dan membagi perubahan serta
evolusi berbagai warisan budaya-budaya tersebut, dalam
bentuk yang orisinal dan jelas.
Batas pengiriman karya pada awalnya adalah 15 April, tapi
kemudian diperpanjang hingga 25 Mei 2009. Pada pertengahan
Agustus nanti, nominasi pemenang akan diumumkan. Pada
14 dan 15 September, pemenang dari keenam kategori akan
diumumkan, yakni Portrait and Costume; Architecture; Living
and Production Custom; Festivities; Education, Recreation,
Sports and Technology; juga Traditional Rites. Setelah itu,
pada 16 September, penghargaan akan diberikan kepada para
pemenang. Ada tiga buah penghargaan yang bisa Anda perebutkan
dengan seluruh competitor dari seluruh dunia, yakni Humanity
Photo Grand Awards (satu untuk tiap kategori), Humanity
Photo Documentary Awards (60 buah) dan Humanity Photo
Nomination Awards (100 buah). Untuk informasi lebih lanjut,
kunjungi situs resmi CFPA (www.china-fpa.org). cindy
|
Kucing Kampung Dalam Bidikan
Lensa
Siapa sangka kucing kampung yang identik dengan kotor dan
dekil bisa tampil menawan dalam bidikan lensa? Tak percaya,
tengok saja pameran fotografi "Felis the Cat" yang berlangsung
di Galeri Seruling Bambu, Petra Togamas Surabaya.
Pameran yang diadakan 16-31 Maret 2009 ini
menampilkan 30 foto kucing kampung dalam beragam perilaku
dan ekspresinya. Foto-foto tersebut diabadikan oleh Romo
Yohannes Gani Sukarsono, CM dan B.G. Fabiola Natasha, serta
dikurasi oleh Mamuk Ismuntoro, editor foto harian Surabaya
Post.
Pemilihan kucing kampung sebagai obyek foto bukannya
tanpa alasan. Pameran memang sengaja digelar untuk
meningkatkan derajat kucing kampung. Bukan sosok kucing
kampung kumuh yang ingin ditampilkan, melainkan kucing
kampung yang lucu dan menarik dalam keseharian mereka.
Yang tak kalah menarik, semua pengambilan gambar
dilakukan secara candid, tanpa pengarah gaya. Semuanya serba
alami. Tak heran selama proses pemotretan, kedua fotografer
cukup diuji kesabarannya menghadapi tingkah polah kucingkucing
tersebut.
Pameran ini telah dibuka 14 Maret lalu. Acara pembukaan
diramaikan talkshow dengan pembicara drh. Eka Andriyan - pemilik Sehat Klinik Hewan serta pendiri AIDC (Association of
Indonesian Domestic Cats) - yang membahas tentang kucing,
dan Mamuk Ismuntoro yang membahas sisi fotografinya.
Pameran foto dengan tema unik seperti ini bisa jadi alternatif
untuk mereka yang jenuh dengan pameran foto bertema serius. nana
|
Canon EOS 500D Siap Bersaing
Setelah Canon 1000D
meluncur tahun lalu, kini giliran
500D unjuk gigi. Kamera DSLR seri
teranyar Canon ini bersenjatakan
sensor 15.1MP APS-C CMOS,
sensitivitas ISO 100-3200 (yang bisa
dinaikkan setara 12800), prosesor
DIGIC 4 untuk mengurangi noise,
kecepatan continuous shooting 3,4
fps, serta layar LCD 3 inci.
Istimewanya, 500D dibekali
kemampuan merekam video HD
dalam 1080p dengan kecepatan 20
fps, hasilnya bisa dinikmati di semua
HDTV melalui koneksi HDMI. Kamera
ini juga kompatibel dengan lensa
Canon EF dan EF-S serta Speedlite
seri EX.
EOS 500D yang berdimensi 12,9
× 9,8 × 6,2 cm ini akan hadir Mei
2009 dengan harga body-only US$
799,99. Versi kit dengan lensa
Canon EF-S18-55mm f/3.5-5.6 IS
dipatok US$ 899,99. Harga yang tak
terlalu mahal untuk DSLR yang bisa
merekam video HD. dpreview.com, dcviews.com | nana
|
Mamiya DL33, Kamera Medium
Format Beresolusi 33 MP
Mamiya DL33 merupakan
kamera medium format terbaru
yang menawarkan fitur dan
keuntungan profesional. Meski
beresolusi 33 MP, sensornya
memiliki ukuran piksel 7.2
micron. Dengan ukuran 36 x
48mm, sensor DL33 berukuran
dua kali lebih besar dari ukuran
kamera DSLR full frame. Piksel
yang lebih besar menciptakan
gambar yang kaya, berwarna, halus, dan transisi tone yang
lembut, serta highlight yang mencolok dan bayangan yang
detil. Format yang lebih lebar ini juga menghasilkan gambar
yang lebih terlihat tiga dimensi. Dibekali pula touch screen 3,5
inci yang menawarkan display berkontras tinggi - cocok untuk
kegiatan outdoor atau indoor.
DL33 memadukan sistem kamera Mamiya 645AFD III
dengan inovasi 33 megapixel Aptus-II 7 Digital Back dari
Leaf. Bodi 645AFD III memiliki motor yang lebih cepat dan
lebih akurat untuk fokus auto serta sistem penghubung yang
mempermudah komunikasi antara kamera, lensa dan bagian
belakang.
DL33 memiliki tangkapan 16-bit, rentang dinamik 12-stop,
dan ISO 50-800. Kamera ini menghasilkan file RAW 67 MB yang
bisa diubah ke format jpeg, tiff 8-bit atau 16-bit (file tiff 16-bit
sama dengan 190 MB). Dilengkapi pula dengan software Leaf
Capture 11.2 yang berfungsi untuk mengedit gambar secara
langsung dari layar.
Mamiya DL33 akan hadir April ini dengan harga US$
19.999. Pembelian selama April-Mei mendapat lensa AF 55mm
f2.8 atau AF 150mm f3.5 langsung dari Mamiya. photographyblog.com | nana
|
Kalibrasi Warna dengan LaCie
Seringkali kita direpotkan
dengan perbedaan warna pada
layar dan hasil cetakan. LaCie
meluncurkan LaCie blue eye pro
Proof, 24 Maret lalu, untuk memberi
kemudahan mengalibrasikan warna
dengan sekali klik.
Anda dapat mengatur setelan
colorimetric target, seperti Whitepoint, Gamma, Brightness dan
Blackpoint. Software peranti ini kemudian akan secara otomatis
mengalibrasi layar - menghasilkan dan mengaktifkan reproduksi
warna yang konsisten. Penyetelan hardware kemudian akan
disesuaikan dengan profil kalibrasi yang telah disimpan,
sehingga Anda tidak perlu mengalibrasi ulang ketika hendak
mencetak.
Peranti ini bisa digunakan pada ColorSync, Photoshop,
Lightroom, Illustrator, InDesign, QuarkXPress dan Aperture,
dengan harga eceran US$ 429,99. lacie.com | cindy
|
Evolusi Kibor dan Mouse
Anda pasti sudah tidak asing
lagi dengan pen tablet - sebuah
pulpen dan papan tulis digital
sebagai pengganti kibor dan
mouse. Wacom melakukan
evolusi pada Intuous3 dengan
mengeluarkan Intuous4 pada 25
Maret lalu. Pulpennya (pen) didisain dengan 2048 level sensitivitas
tekanan, resolusi 2001 pmm, deteksi lengkungan hingga
60 derajat dan berat satu gram. Aspect ratio papan tulisnya
(tablet) disesuaikan dengan ukuran layar-layar terbaru,
termasuk Cinema Displays milik Apple, yakni 16:10. Ukurannya
1 cm lebih besar ketimbang MacBook Pro 15 inci, permukaan
aktifnya 22 x 14 cm dan tebalnya 1,4 cm.
Tablet dilengkapi Express Keys (shift, command, option,
pan/scroll), shortcut (web dan email), tombol Command (cut,
copy, paste, save, undo) dan Touch Ring (untuk zoom, scrool,
berpindah layer Photoshop, mengganti ukuran brush, memutar
kanvas); kesemuanya dioperasikan hanya dengan ujung jari
Anda. Intuous4 tablet pen bisa dimiliki dengan merogoh kocek
£ 330. wacom.eu | cindy
|
Reflektor Viewfinder dan Layar LCD
Sesuai namanya, Flipbac
3" Angle Viewfinder and LCD
Screen Protector adalah peranti
yang bisa dipasang di viewfinder
dan layar LCD kamera, sebagai
reflektor sekaligus pelindung.
Reflektor ini bisa Anda
buka hingga lebih dari 180
derajat, baik posisi landscape
maupun portrait. Dilengkapi engsel tahan karat, Anda tidak
perlu memeganginya ketika sedang menggunakannya. Ketika
sedang tidak digunakan, dia berfungsi sebagai pelindung. Kaca reflektornya pun bening; menampilkan gambar dengan
sempurna.
Memiliki berat 20 gram dan dijual seharga US$ 19,99,
Flipbac 3" cocok untuk kamera saku dan DSLR berlayar 67
x 52 mm. adorama.com | cindy
|
|
 |
Lomba Foto "31 Billboard
KRMT Roy Suryo"
Jelang pemilu 9 April mendatang,
berbagai berita kampanye partai bertebaran
di media massa. Bahkan jauh sebelumnya,
bendera/spanduk partai serta poster-poster
para caleg juga sudah bertebaran di jalan-jalan.
Masih dalam kaitan pemilu pula,
sebuah lomba foto bertajuk "31 Billboard
KRMT Roy Suryo" diselenggarakan untuk
menyemarakkan kampanye KRMT Roy
Suryo Notodiprojo, salah seorang caleg dari
Yogyakarta yang juga dikenal sebagai pakar
telematika. Lomba terbuka untuk segala
usia dan kelompok masyarakat, termasuk
wartawan dan profesional, dari 31 Maret
hingga 3 April 2009.
Lokasi billboard resmi (berukuran
minimal 4 x 6 m) bisa dijumpai di lima
wilayah DIY, mulai dari Wates, Wonosari,
Beran, Jogja, hingga Bantul. Ketepatan
lokasi, kebenaran obyek dan kualitas foto,
adalah tiga kriteria penilaian yang menjadi
pertimbangan juri tunggal – Roy Suryo.
Pemenang lomba akan diumumkan
pada 4 April. Komputer laptop, gadget
dan MP3 player menanti para juara posisi
pertama hingga ketiga. cindy
|
Minangkabau
Photographers Resmi
Terbentuk
Satu lagi komunitas fotografi lahir
setelah pencinta fotografi Sumatera Barat
secara resmi mendirikan Minangkabau
Photographers, 3 Maret lalu. Komunitas ini
diharapkan bisa menampung pencinta fotografi
di Sumatera Barat.
Selain mempererat
silaturahmi antarfotografer, komunitas
ini juga memiliki misi memasyarakatkan
fotografi dan meningkatkan kemampuan fotografi
sesama anggota Minangkabau Photographers. Komunitas yang beranggotakan lebih
dari 20 orang ini telah mengagendakan
kegiatan rutin berupa workshop, hunting
dan pameran foto.
Bersamaan dengan
kelahirannya, dibentuk pula kepengurusan
komunitas ini. Posisi ketua dipercayakan
pada Rudi Gusteno, Muhammad Fadli sebagai
wakil ketua, Muhammad Yunus sebagai
sekretaris, Novendra BN sebagai bendahara.
Rafi Rj. Tanjung sebagai humas, Jimmy
Fransicus di bidang kegiatan, dan Jeffry
Wongso di bidang litbang. Muhammad Fadli
|
Workshop Pengenalan
Dasar Fotografi oleh KFS
Tak kurang dari 100 peserta turut serta
dalam workshop fotografi yang diadakan
oleh KFS (Komunitas Fotografer Semarang),
15 Maret silam. Workshop semacam ini
bukanlah hal baru bagi KFS.
Komunitas ini
sudah sering mengadakan workshop dengan
tujuan memperdalam pengetahuan fotografi.
Stephanus Hannie, salah satu anggota
Fotografer.net, hadir sebagai pembicara
dalam workshop yang mengulas tentang
digitalizing, filter, serta supporting gear.
Workshop yang digelar di Vina House,
Semarang, ini terbuka untuk umum. Cukup
banyak peserta yang bukan anggota KFS
termasuk peserta dari luar Semarang.
Mereka mengaku workshop pengenalan
dasar fotografi ini bermanfaat bagi mereka,
khususnya yang bukan dari kalangan
profesional. nana
|
BEx Gelar Hunting
Merak-Bakauheni
Banyak tempat tak terduga yang
bisa dijadikan target hunting foto. Salah
satunya seperti yang dilakukan oleh Banten
Exposure (BEx).
Pada 15 Maret lalu, BEx menjadikan
kapal tujuan Merak-Bakauheni sebagai
tempat hunting. Setelah berkumpul pukul
11.30 dan membeli tiket seharga Rp
10.000, kapal mulai berlayar pukul 13.30.
Perjalanan laut selama 2,5 jam mereka
gunakan untuk mengeksplorasi kapal
dan pemandangan sekitarnya. Sebanyak 24
orang awak BEx dengan antusias memotret
lanskap laut dan pulau, pernak-pernik kapal,
kegiatan-kegiatan para penumpang dan
pedagang asongan, juga pastinya keluarga
besar BEx. Fery Ferdianto
|
Samsung NX Series,
Kinerja DSLR dalam
Kamera Saku
Kinerja DSLR
dalam bodi
kamera saku?
Dua hal inilah
yang dijanjikan
sistem "hybrid
digital camera"
terbaru dari
Samsung.
Ibarat
mencangkok tanaman, sistem hybrid digital
camera berusaha memadukan dua bibit
unggul yakni kinerja serta kualitas gambar
DSLR dengan kepraktisan kamera saku
dalam satu alat, NX Series. Penggantian
mirror box dan optical viewfinder SLR
dengan electronic viewfinder dalam sistem
ini mampu menghasilkan desain bodi dan
lensa yang kecil dan ringan.
Seperti DSLR konvensional, NX Series
menggunakan sensor gambar APS-C
yang menciptakan area permukaan lebih
lebar, untuk mengumpulkan cahaya dan
menghasilkan kualitas gambar lebih tinggi
dari sistem kamera digital yang setara.
Pemakaian Electronic Viewfinder (EVF)
mengurangi ukuran dan berat melalui
pengurangan jarak antara lensa dan
sensor gambar (flange back) sekitar 40%
dibanding DSLR konvensional. Tak hanya itu,
pemakaian EVF juga memberi keuntungan
bagi pemakai, karena memungkinkan
penggunaan Live View untuk menempatkan
bidikan mereka dalam layar beresolusi
tinggi.
Menilik perkenalannya, kamera ini
cukup menjanjikan. Sayangnya, hingga kini
belum ada informasi lebih detil mengenai
spesifikasi, fitur-fitur, serta harga yang
ditawarkan. Namun dipastikan model
pertama NX Series akan hadir pertengahan
tahun ini. dpreview.com | nana
|
Charger Portabel Ber-USB
Masih hobi
traveling bersama
baterai AA atau
AAA Anda? Tak
perlu cemas bila
baterai habis di
jalan, sedangkan
obyek foto masih
banyak yang menunggu untuk dipotret.
Brunton Solo BattPack Portable Power AA/
AAA Battery Charger akan menemani dan
memberi solusi.
Charger ini memiliki output USB yang
bisa disambungkan dengan alat elektronik,
supaya tetap dapat menyala ketika - di
waktu yang bersamaan - baterai sedang
diisi ulang.
Spesifikasinya adalah power 5,5 volt,
dimensi 7,6 x 12,7 x 3,2 cm dan berat 187
gram. Dilengkapi penunjuk level digital
untuk tiap baterai, tombol refresh untuk
mengosongkan baterai sebelum diisi ulang,
dan bonus dua buah baterai AA serta AAA,
charger ini dijual dengan harga US$ 42,95. adorama.com | cindy
|
Sony Cyber-shot
DSC-HX1 dengan Sensor
Exmor CMOS
April ini, giliran
Sony Cyber-shot
DSC-HX1 meluncur
ke pasaran. Kamera
beresolusi 9.1 MP
ini menjadi kamera
Cyber-shot pertama
yang berfitur teknologi sensor Exmor
CMOS, serta dibekali continuous high-speed
shooting hingga 10 frame per detik (fps)
dalam resolusi penuh.
Masih ada lensa G
dengan zoom optik 20× yang mencakup
focal length setara 28-560 mm, dengan
bukaan maksimal f/2.8 hingga f/5.2. Lensa
G dalam kamera ini dikembangkan dari
DSLR Sony Alpha dan mempertemukan
elemen aspherical dengan ED (extra-low
dispersion).
Fitur lain yang terdapat dalam kamera
ini di antaranya Intelligen Auto Mode,
Intelligent Scene Recognition (iSCN),
Optical SteadyShot, dan teknologi Deteksi
Wajah. Terdapat pula tombol Digital SLRstyle
Custom dengan pengaturan Smile
Shutter, penyesuaian White Balance serta
metering mode.
HX1 juga menjadi kamera
Sony pertama yang bisa merekam gambar
bergerak 1080/30p dalam 30 fps. Harga
kamera ini sekitar US$ 1.099. dpreview.com | nana
|
|